Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Sudah Lama Inggit Memaafkan (9)

MAKAM Inggit Garnasih di Pemakaman Umum Porib, Jalan Makam Caringin, Bandung.*
MAKAM Inggit Garnasih di Pemakaman Umum Porib, Jalan Makam Caringin, Bandung.*
SETELAH pendudukan Jepang, pada waktu aksi militer Belanda I (1946) dan aksi militer II (1949) Bandung Lautan Api, Inggit Garnasih dan keluarga mengungsi. Mula-mula mengungsi ke Banjaran, Bandung selatan, kemudian berlanjut ke Leles, Garut.
 
Menjelang penyerahan kedaulatan pada 1949, Inggit dan keluarga kembali ke Bandung dan menetap di rumah Haji Doerassid di Jalan Bapa Rapi. Pada saat itu pula, Inggit menyampaikan keinginannya untuk memiliki rumah sendiri seperti dulu.
 
Atas prakarsa menantunya, Asmara Hadi (suami Omi) dan kawan-kawan, didapatlah satu rumah sederhana. Ternyata rumah itu adalah rumah Inggit terdahulu di Jalan Ciateul Nomor 8. Bangunan itu sebelumnya berbentuk rumah panggung.
 
Setelah 20 tahun berpisah, Soekarno yang sudah menjadi Presiden RI waktu itu mengunjungi Inggit Garnasih di Jalan Ciateul Nomor 8. Presiden Soekarno meminta maaf kepada Inggit. Inggit menjawab, ”Tidak usah diminta Engkus, sudah lama Inggit memaafkan...”.
 
Kunjungan Soekarno berikutnya dilakukan pada 1960 saat Inggit sakit. Sebaliknya, saat Soekarno wafat tanggal 21 Juni 1970, Inggit segera berangkat ke Jakarta diantar anaknya Omi. Padahal, kondisi tubuhnya saat itu sudah renta.
 
Antara 1960-1970, wartawan di Bandung beberapa kali bertemu Inggit Garnasih saat kesehatannya lebih baik. Dalam kurun waktu itulah, beberapa istri Soekarno kerap mengunjungi Inggit Garnasih di Bandung. Begitu pula putra-putri Soekarno yang datang berkunjung baik saat sehat maupun sakit.
 
Dalam kondisi usia lanjut dan sakit-sakitan, Inggit menunjukkan jiwa besarnya dengan harapan dapat bertemu Fatmawati. Atas prakarsa Ali Sadikin, keinginan Inggit Garnasih bertemu Fatmawati terlaksana pada 7 Februari 1984.
 
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana haru, saling berpelukan dan diwarnai tangisan. Fatmawati meminta maaf secara tulus. Tiga bulan setelah pertemuan yang mengharukan itu, pada 13 April 1984, Inggit Garnasih meninggal dunia dalam usia 96 tahun. Ia dimakamkan di Permakaman Umum Porib, Jalan Makam Caringin, Kota Bandung. (Syafik Umar/A-209)***
Bagikan: