Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.1 ° C

Remaja Cantik Itu ”Si Ringgit” (5)

INGGIT Garnasih.*
INGGIT Garnasih.*
INGGIT Garnasih lahir di Desa Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung pada 17 Februari 1888 dari pasangan Ardjipan dan Amsi. Menginjak dewasa, Inggit menjadi putri remaja yang cantik, menarik, dan baik budi. Di mana pun ia berada, menjadi perhatian terutama para pemuda.
 
Ada lontaran kata-kata dari pemuda di sekitar Inggit  waktu itu, “Mendapat senyuman dari Garnasih sama dengan mendapat hadiah uang seringgit.”
 
Ada pula yang mengatakan, Garnasih sering mendapat hadiah uang seringgit (pada masa itu uang seringgit berarti 2,5 Gulden Belanda yang nilainya sangat tinggi). Akhirnya, Garnasih mendapat julukan ”Si Ringgit”, kemudian menjadi Inggit. Lengkaplah panggilan namanya Inggit Garnasih.
 
Pada 1900, saat usianya 12 tahun, Inggit Garnasih memasuki gerbang pernikahan pertama dengan Nata Atmadja, seorang patih pada kantor Residen Belanda. Tapi, perkawinan itu tidak berlangsung lama dan berakhir dengan perpisahan.
 
Selanjutnya, Inggit dilamar seorang duda kaya, Hadji Sanoesi. Selain pedagang kaya, Hadji Sanoesi juga merupakan tokoh organisasi pergerakan Sarekat Islam (SI) Jawa Barat dan menjadi kepercayaan HOS Tjokroaminoto. Saat itu pula Inggit mengawali kehidupan dunia politik dan pergerakan kemerdekaan Indonesia.
 
Setiap kegiatan Hadji Sanoesi, termasuk aktivitas politik, Inggit pun ikut serta. Saat kongres SI di Bandung tahun 1916, Inggit dipercaya memimpin dapur umum dan penerima peserta tamu undangan dari seluruh Indonesia. (Syafik Umar/A-209)***
Bagikan: