Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

Mendagri Minta Satpol PP Aktif Deteksi Dini Radikalisme

Arie C. Meliala
APEL Siaga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat dalam rangka mendukung upaya deradikalisasi di Alun-Alun, Serang, Banten, Senin (15/2/2016).*
APEL Siaga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat dalam rangka mendukung upaya deradikalisasi di Alun-Alun, Serang, Banten, Senin (15/2/2016).*
SERANG, (PRLM).- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) aktif dalam melakukan deteksi dini setiap gerakan yang mengkhawatirkan masyarakat seperti radikalisme. Dia meminta Satpol PP aktif dalam melakukan operasi yustisi dan memperhatikan setiap kegiatan bergerombol di tengah-tengah masyarakat.

"Ingat, bahaya terorisme dan penyimpangan agama harus dicermati dengan baik. Kalau ada kelompok masyarakat kebetulan bergerombol, berkelompok melaksanakan hal yang menyimpang, punya target tertentu merusak sendi kehidupan berbangsa, merusak pancasila, dan UUD 1945, segera konsolodasikan dengan baik. Ini aliran apa, gerombolan apa, sekte apa," kata Tjahjo saat menyampaikan pengarahan dalam Apel Siaga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat dalam rangka mendukung upaya deradikalisasi di Alun-Alun, Serang, Banten, Senin (15/2/2016).

Tjahjo menegaskan di samping upaya pemerintah melakukan percepatan, upaya mencegah radikalisme dan terorisme harus terus dicermati. Termasuk pula di dalamnya, menurut Tjahjo, kelompok berkedok agama atau kelompok berkedok sosial tetapi sebenarnya melakukan kegiatan yang menyimpang.

"Anda bertugas di lapangan upayakan senyum mengingatkan masyarakat. Masyarakat tidak perlu dibentak, jelaskan saja ada tahapannya. Jelaskan kalau tidak mau baru ada langkah terpadu," katanya.

Digelarnya apel siaga, kata Tjahjo, bertujuan memperteguh sinergisme semua pihak dan pimpinan dalam suatu wilayah. Dia mengingatkan satpol PP tidak dapat bergerak sendirian menertibkan masyarakat. Selain Satpol PP ada pula TNI/Polri, linmas, kelompok masyarakat, ormas, tokoh-tokoh agama, dll. Sinergi itu diharapkannya terus dibangun.

Tidak hanya di Serang, Banten, Tjahjo juga meminta semua gubernur untuk melakukan apel siaga satpol PP demi meningkatkan sinergisme.

Tjahjo menjelaskan kondisi sosial politik saat ini dihadapkan pada meningkatnya eskalasi politik. Hal itu menurutnya ditandai dengan benturan berbagai kepentingan yang dilakukan antarkelompok masyarakat. Dia memerintahkan agar upaya pencegahan munculnya radikalisme bisa diutamakan.

Tjahjo juga meminta para gubernur dan bupati/walikota mendorong jajaran di bawahnya proaktif memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, menciptakan situasi dan kondisi yang tenteram dan tertib. Mereka juga diminta melakukan koordinasi, pembinaan, evaluasi, dan pengawasan.

Apel siaga itu dihadiri sekitar 1.300 personel yang terdiri dari Satpol PP Banten dan Satpol PP kab/kota se-Banten, Satlinmas Banten yang berasal dari Satlinmas kab/kota, Satpol PP Jakarta, Satpol PP Jabar, praja IPDN, dan TNI/Polri sebagai mitra satpol PP dan satlinmas.

Hadir pula dalam apel Gubernur Banten Rano Karno, kepala daerah se-Banten, kasatpol PP se-Indonesia, pejabat kemendagri, dan pemerintah provinsi Banten. (Arie C. Meliala/A-88)***
Bagikan: