Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

KRI Gilimanuk Tiba, Polisi Evakuasi Anggota Eks Gafatar

Hilmi Abdul Halim
PETUGAS Kepolisian Perairan membawa seorang anak mantan pengikut Gafatar dari KRI Gilimanuk menggunakan kapal polisi Jatayu di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah, Senin (25/1/2016) dini hari. Polisi mengevakuasi anak tersebut karena mengalami sakit sehingga harus dilarikan ke rumah sakit menggunkan mobil ambulans.*
PETUGAS Kepolisian Perairan membawa seorang anak mantan pengikut Gafatar dari KRI Gilimanuk menggunakan kapal polisi Jatayu di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah, Senin (25/1/2016) dini hari. Polisi mengevakuasi anak tersebut karena mengalami sakit sehingga harus dilarikan ke rumah sakit menggunkan mobil ambulans.*
SEMARANG, (PRLM).- KRI Gilimanuk yang mengangkut 350 pengungsi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tiba di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah sejak sekitar pukul 20.00 Minggu (24/1/2016). Seorang penumpang perempuan berinisial G (6) dievakuasi menggunakan ambulance karena mengalami muntah-muntah di dalam kapal.

Meski telah berada di perairan dekat pelabuhan tersebut, KRI Gilimanuk belum diizinkan merapat ke dermaga pelabuhan. Rencananya, gelombang pertama angkutan laut bagi para mantan anggota Gafatar itu baru diturunkan pada Senin (25/1/2016) pukul 7.00 pagi.

Sebanyak 15 personel kepolisian perairan setempat mendatangi lokasi KRI Gilimanuk dan melakukan evakuasi terhadap penumpang yang sakit. Dari hasil penyisiran petugas hanya menemukan seorang anak perempuan yang sakitnyta cukup parah sehingga diperlukan penanganan medis secepatnya.

Kapten Kapal Polisi Jatayu 4010, Sudiono yang memimpin proses evakuasi mengatakan kondisi anak perempuan tersebut cukup kritis sehingga dilakukan penanganan medis berupa penginfusan. "Yang lain di dalam kapal sedang tidur jadi kondisinya belum diketahui secara jelas. Yang dianggap kritis hanya seorang anak itu saja,l kata Sudiono di pintu keluar penumpang pelabuhan Tanjung Emas seusai evakuasi.

Setelah memeriksa para penumpang, pada pukul 1.45 waktu setempat KP Jatayu akhirnya membawa anak tersebut ke daratan bersama dua orang keluarganya yakni sang ibu Sri (48) dan Maya (23) kakaknya. Ketiganya belum diketahui asal daerahnya di pulau Jawa. Petugas memastikan pendataan dilakukan kepada mereka setelah proses evakuasi sang anak ke rumah sakit terdekat. (Hilmi Abdul Halim/A-147)***
Bagikan: