Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 20.2 ° C

Merak-Banyuwangi Mulai Hijau dengan Trembesi

Munady
PUNCAK program "Menanam Trembesi  1.350  KM  Merak  -  Banyuwangi",  diisi dengan  seremoni  penanaman  Trembesi  yang dihadiri  oleh Drs.  Zarkasi,  M.Si  selaku  Pj  Bupati  Banyuwangi,  dan dimeriahkan  oleh  Cakra  Khan  serta  artis asal  Banyuwangi  Fitri  Carlina.*
PUNCAK program "Menanam Trembesi 1.350 KM Merak - Banyuwangi", diisi dengan seremoni penanaman Trembesi yang dihadiri oleh Drs. Zarkasi, M.Si selaku Pj Bupati Banyuwangi, dan dimeriahkan oleh Cakra Khan serta artis asal Banyuwangi Fitri Carlina.*
BANYUWANGI, (PRLM).- Banyuwangi menjadi kota milestone terakhir sekaligus penutup program Menanam Trembesi 1.350 KM Merak - Banyuwangi. Berbeda dari seremoni penanaman di kota-kota sebelumnya, kali ini rangkaian acara berlangsung selama 2 hari.

Bertempat di Lapangan Paltuding Rest Area Gunung Ijen, Diskusi Lingkungan membuka rangkaian hari pertama acara puncak Menanam trembesi 1.350 KM Merak-Banyuwangi.

Tak kurang dari 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan juga tim SAR mengikuti kegiatan ini. Narasumber yang dihadirkan di antaranya Mimi Murdiah (Kepala Pemulihan Ekosistem, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Ir. Sunandar Trigunajasa N (Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jawa Timur), dan Hary Pranowo (Ketua Umum Banyuwangi SAR Independent).

Usai mengikuti Diskusi Lingkungan, para peserta juga diberikan wawasan serta pengalaman secara langsung oleh tim Pusat Pembibitan Tanaman Djarum Foundation tentang praktik pembibitan Trembesi mulai dari biji hingga penanamannya.

Bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, seluruh peserta diajak melakukan penanaman kembali kawasan Gunung Ijen yang terbakar. Sebanyak 6.666 Cemara Gunung ditanam untuk mengembalikan fungsi hutan di area ini.

Tak ketinggalan duo cantik Dara dan Mitha yang tergabung dalam grup musik The Virgin juga turut berpartisipasi menanam langsung dalam acara ini.

“Kami senang banget bisa partisipasi di acara ini. Bukan cuma perform sebagai musisi, tapi juga ikutan nanem langsung sebagai bentuk kepedulian kita pada lingkungan. Acara ini bagus banget apa lagi buat anak muda kayak kita. Ini bermanfaat buat kita semuanya nantinya,” ungkap Dara.

Pada hari kedua acara puncak program "Menanam Trembesi 1.350 KM Merak - Banyuwangi", diisi dengan seremoni penanaman Trembesi yang dihadiri oleh Drs. Zarkasi, M.Si selaku Pj Bupati Banyuwangi, dan dimeriahkan oleh Cakra Khan serta artis asal Banyuwangi Fitri Carlina.

Dalam acara yang berlangsung Taman Blambangan atau alun-alun Kabupaten Banyuwangi itu, selain melakukan penanaman, ketiganya juga menyerahkan bantuan 2.400 bibit Trembesi dan bibit buah mangga serta alat tanam dari Djarum Foundation kepada 24 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

“Suatu kebanggaan bagi saya sudah dipercaya oleh Djarum Foundation dalam program Djarum Trees For Life. Apa lagi di kota kelahiran saya sendiri, yaitu Banyuwangi yang sekaligus kota terakhir dari program Menanam trembesi 1.350 KM merak – Banyuwangi. Untuk itu saya ingin mengajak seluruh saudara-saudara saya, warga Banyuwangi untuk lebih cinta lingkungan dan bergerak aktifdalam pelestarian lingkungan dengan cara menanam pohon untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Fitri Carlina.

Sementara itu Cakra Khan juga mengungkapkan semangatnya bergabung dalam program ini. “Very excited karena saya merasa event ini sebagai sebuah kampanye sekaligus ajakan kepada masyarakat akan pentingnya penghijauan di negeri tercinta ini. terlebih setelah kejadian kebakaran hutan akhir-akhir ini. Dan pohon Trembesi sebagai pohon peneduh yang cepat tumbuh besar akan menjadi banyak manfaat untuk kita terutama sebagai salah satu pohon penyerap karbon dioksida terbesar,” kata Cakra Khan.

Sebanyak 41.758 pohon Trembesi telah tertanam sejak 2010 hingga 2015 dalam program Menanam Trembesi 1.350 KM Merak - Banyuwangi.

Selama tahun 2010, Djarum Trees For Life telah berhasil menyelesaikan tahap pertama penanaman pohon Trembesi di jalur Pantura Jawa Tengah dengan menanam sebanyak 3.410 Trembesi di sepanjang Kudus – Semarang.

Pada tahun 2011, penanaman dilanjutkan di sepanjang Semarang – pekalongan dengan menanam 2.309 Trembesi dan 4.261 Trembesi di sepanjang Pekalongan – Losari pada tahun 2012.

Di tahun 2013 turus Losari – Jakarta dihijaukan dengan 6.679 dan 1.765 untuk turus Jakarta – Merak.

Pada tahun 2014 penanaman dimulai kembali dari kota Kudus menuju wilayah timur Pulau Jawa. 13.233 Trembesi ditanam di jalur Pantura Kudus – Surabaya.

Sementara sepanjang tahun 2015 ini penanaman dilanjutkan dengan menanam 9.741 Trembesi untuk turus Surabaya hingga Banyuwangi.

Tidak hanya melakukan penanaman, Djarum Foundation juga melakukan perawatan selama 3 tahun lamanya terhadap seluruh pohon Trembesi yang telah tertanam di sepanjang 1.350 Merak – Banyuwangi.

Kini Trembesi di turus Kudus – Semarang yang telah berusia 6 tahun mulai membentuk kanopi rindang. Tak jarang para pengguna jalan berhenti untuk berteduh. Mereka bahkan turut menjaga Trembesi yang telah ditanam dan menginformasikan kepada Djarum Foundation jika ada Trembesi tumbang karena tertabrak kendaraan misalnya, sehingga dapat segera diganti dengan trembesi baru.

“Di setiap pembangunan ekonomi selalu ada risikonya, antara lain rusak dan merosotnya kualitas lingkungan serta kehidupan sosial. Komitmen Djarum Foundation melalui program Djarum Trees For Life adalah memperbaiki kualitas lingkungan hidup dan juga sosial," ungkap Chairman Djarum Foundation, Suwarno M. Serad.

Jalur Pantai Utara (Pantura) dipilih karena merupakan jalur utama bagi pengendara antarkota di Pulau Jawa. Tanah yang gersang, udara panas serta tingkat polusi yang tinggi menjadi faktor utama penanaman Trembesi dilakukan di sepanjang jalur ini.

Pohon Trembesi yang ditanam dan dirawat oleh Djarum Trees For Life di sepanjang jalur ini, kelak diharapkan akan mampu menjadikan jalur Pantura Pulau Jawa teduh sekaligus berfungsi menyerap 1 juta ton gas CO2 setiap tahunnya. Trembesi yang ditanam pada program ini diambil dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) yang juga didirikan dan dikelola oleh Djarum Foundation. (Munady/A-147)***
Bagikan: