Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 21.3 ° C

Panglima TNI Minta KSAD Evaluasi Penggunaan Senjata

Arie C. Meliala
JAKARTA, (PRLM).- Kesalahan oknum TNI, YH yang menggunakan senjata menembak Marsin Sarmani (39) di Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa (3/11/2015) lalu membuat Panglima TNI Gatot Nurmantyo meminta evaluasi penggunaan senjata dilakukan. TNI yang sedang tidak bertugas, seharusnya tidak membawa senjata.

"Pasti (ada pengetatan penggunaan senjata). Saya sudah perintahkan KSAD untuk melakukan evaluasi, tingkatan-tingkatan apa yang membawa senjata. Dan itu (YH) suatu kesalahan, seharusnya tidak," kata Gatot di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Gatot menjelaskan, membawa senjata seharusnya hanya perwira. Sementara pangkat bintara dan tamtama menggunakan senjata hanya apabila dia melaksanakan tugas operasi.

"Penggunaan senjata itu hanya perwira. Pangkat bintara, tamtama, itu menggunakan senjata apabila dia melaksanakan tugas operasi. Tidak dibolehkan dalam kegiatan sehari-hari," ujarnya.

Jika ada anggota TNI yang bertugas sehar-hari seperti dinas atau berjaga, kata Gatot, senjata memang pasti dibawa. Namun, saat piket jaga itu selesai, senjata akan disimpan kembali di gudang. "Saat dinas piket, dia menggunakan senjata, selesai, senjata dimasukkan ke gudang," jelas Gatot. (Arie C. Meliala/A-147)***
Bagikan: