Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 26.8 ° C

Saat Donor Darah, Anjing Lebih Tenang dari Kucing

Huminca Sinaga
ILUSTRASi kucing kurang tenang saat mendonorkan darahnya.*/CANVA
ILUSTRASi kucing kurang tenang saat mendonorkan darahnya.*/CANVA

MANUSIA tentu tidak asing lagi dengan istilah donor darah, tapi hanya sedikit yang tahu bahwa hewan peliharaan juga dapat mendonorkan darah untuk sesamanya.

Seperti halnya manusia, hewan yang sakit atau terluka terkadang membutuhkan transfusi darah dari hewan lainnya. Permintaan darah untuk hewan semakin meningkat, tapi pendonornya sangat sedikit. 

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Vet Record, seperti dilansir laman popsci, Senin 28 Oktober 2019,  mengamati kesadaran dan kesediaan para pemilik hewan untuk mendonorkan darah hewan peliharaanya. Meskipun jumlah  sampelnya sedikit, penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar orang di Inggris dan Amerika Serikat belum tahu bahwa hewan bisa menerima dan mendonorkan darah.

Dua peneliti dari rumah sakit hewan Royal Veterinary College melakukan survei kepada 158 pelanggan klinik. Para peneliti mengajukan beberapa pertanyaan tentang kesadaran dan kemauan pemilik hewan untuk mendonorkan darah hewan peliharaan mereka. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70 persen responden tidak tahu bahwa donor darah bisa dilakukan pada hewan peliharaannya. Meskipun demikian, 89 persen responden mengatakan bahwa mereka bersedia mendonorkan darah hewan peliharaannya jika memang cocok.

Respons berbeda

Karen Humm, penulis studi ini mengatakan, pemilik kucing lebih khawatir untuk mendonorkan darah dibandingkan pemilik anjing. Secara umum, kekhawatiran ini sangat wajar karena kedua spesies memiliki respons yang berbeda saat menjalani prosedur ini. 

Anjing mungkin akan lebih tenang dibandingkan kucing yang sedikit rewel setelah melakukan donasi darah. Perlu diketahui bahwa kucing dan anjing memiliki tipe golongan darah, seperti manusia. Jika kucing menerima golongan darah yang berbeda, efeknya bisa mematikan. Di sisi lain, anjing dapat menerima golongan darah apapun dan tidak menimbulkan reaksi mematikan.

Namun, semua ini tergantung pada masing-masing hewan. Beberapa hewan mungkin menyukai prosedur ini karena merasa dimanja oleh pemiliknya dan ada juga yang ketakutan. Karen Humm tidak akan memaksa hewan tersebut untuk melakukan donor darah jika tidak memungkinkan. 

"Anjing dan kucing tidak bisa bicara mau atau tidak,” katanya dilansir laman Popular Science. Dokter hewan harus bisa memastikan bahwa hewan merasa nyaman saat melakukan prosedur. Jika hewan merasa ketakutan, maka donor darah tidak bisa dilakukan. “Jika dipaksakan, akan tidak adil rasanya,” tambahnya.

Aturan yang sama berlaku di sebuah pusat penyimpanan darah hewan UC Davis. Sean Owens, direktur medis menyatakan jika hewan menunjukan rasa takut atau ragu, mereka tidak akan melanjutkan prosedurnya. “Kami menerapkan aturan yang sama baik untuk anjing peliharaan maupun anjing penyelamat,” ujar Owen.

Bank darah

Beberapa pemilik hewan mengaku bahwa mereka memiliki alasan tersendiri untuk menyumbangkan darah hewan peliharaan mereka. Di antaranya adalah mereka ingin menyelamatkan nyawa hewan lain. Selain itu, mereka juga berharap mendapat bantuan balik, jika suatu saat hewan peliharaannya membutuhkan donor darah.

Penelitian ini menunjukkan betapa minimnya pengetahuan orang Inggris tentang donor darah pada hewan. Sementara itu, Amerika Serikat sudah memiliki bank darah dari hewan pendonor yang sengaja dipelihara di sana. Namun, sistem ini mendapat kecaman dari beberapa pihak karena para hewan diperlakukan “tidak manusiawi”.

Pendonor darah tidak dibayar sepeserpun. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan potongan harga untuk biaya perawatan dan pengobatan di klinik hewan. Kebanyakan pemilik hewan adalah orang yang berpenghasilan tetap atau yang sudah pensiun. Menurut Owens, “Prosedur ini dapat meningkatkan kualitas perawatan untuk hewan kesayangan mereka,”

Kenyataannya, prosedur donor darah hewan masih mengundang kecaman dari beberapa pihak. Para aktivis pencinta hewan menyebutkan bahwa istilah “donor” sepertinya kurang pantas dalam konteks ini. Manusia tidak akan tahu apakah hewan peliharaannya bersedia untuk mendonorkan darah atau tidak. Di sisi lain, permintaan donor darah hewan memang sangat tinggi dan persediaannya sangat kurang. Solusi terbaik untuk saat ini adalah meminta izin terlebih dahulu kepada sang pemilik hewan sebelum donor darah dilakukan. (DN- Job/Huminca Sinaga)***

Bagikan: