Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 23.1 ° C

Celana Dalam Baghdadi Menuntun pada Kematiannya, Jenazahnya Dilarung di Laut Secara Islam

Yusuf Wijanarko
WARGA Irak di Najaf, Minggu 27 Oktober 2019, menyaksikan berita tentang tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.*/REUTERS
WARGA Irak di Najaf, Minggu 27 Oktober 2019, menyaksikan berita tentang tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.*/REUTERS

BEIRUT, (PR).- Celana dalam milik Abu Bakr al-Baghdadi, yang diselundupkan penyamar dan kemudian dites DNA-nya, dipakai sebagai pemastian jati diri Baghdadi sebelum pasukan Amerika Serikat melakukan penyerbuan untuk membunuh pemimpin ISIS itu.

Hal tersebut disampaikan penasihat Pasukan Demokratik Suriah atau SDF, Senin 28 Oktober 2019 sebagaimana dilaporkan Reuters dan dikutip Antara.

Penasihat senior SDF pimpinan Kurdi, Polat Can, memberikan keterangan rinci via akun Twitter miliknya soal bagaimana hasil kerja SDF membantu upaya untuk melacak lokasi Baghdadi.

Kematian Baghdadi telah diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu 27 Oktober 2019.

"Sumber kami sendiri, yang berhasil menjangkau al-Baghdadi, mengambil celana dalam Baghdadi agar dapat dilakukan tes DNA dan memastikan (100 persen) bahwa orang yang diincar itu memang al-Baghdadi," kata Can.

ABU Bakr al-Baghdadi/REUTERS

Donald Trump, sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Kurdi itu memberikan beberapa informasi "yang sangat membantu" bagi penyerbuan tersebut.

Can mengungkapkan, SDF sudah bergerak sejak 15 Mei 2019 bersama CIA untuk melacak keberadaan Baghdadi, juga memastikan bahwa Baghdadi sudah pindah dari Deir al-Zor di Suriah timur ke Idlib, wilayah tempat dia akhirnya terbunuh.

Ketika operasi militer berlangsung, Baghdadi berniat akan pindah ke Kota Jarablus di Suriah, kata Can.

"Semua informasi intelijen dan akses menuju al-Baghdadi, juga identifikasi tempat keberadaannya, adalah hasil kerja kami. Sumber intelijen yang kami miliki terlibat mengirimkan koordinat, mengarahkan penerjunan payung, ikut serta dalam operasi dan membuat penyerbuan itu berhasil sampai akhir," ujar Can.

Dilarung di laut secara Islam

Amerika Serikat telah menguburkan jenazah Baghdadi di laut dengan upacara menurut kebiasaan Islam.

Para pejabat Amerika Serikat yang tidak ingin disebutkan jati dirinya, tidak menyebutkan tempat atau berapa lama upacara pemakaman itu dilangsungkan. Dua pejabat mengatakan, mereka meyakini bahwa jenazah Baghdadi sudah dibawa ke laut dengan menggunakan pesawat.

Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Mark Milley, yang juga kepala staf gabungan, mengatakan dalam konferensi pers di Pentagon bahwa militer Amerika Serikat memakamkan jenazah Baghdadi secara "sopan dan menurut (prosedur standar) yang berdasarkan hukum menyangkut konflik bersenjata."

Karena Baghdadi tewas dalam kondisi yang mengerikan, kemungkinan, militer Amerika Serikat tidak menjalankan proses secara penuh seperti yang dilakukannya setelah pasukan khusus Amerika Serikat Navy SEALS membunuh Osama bin Laden dalam penyerbuan tahun 2011 di Pakistan.

Saat itu, Osama bin Laden tewas karena luka tembakan di kepala, menurut pemerintah Amerika Serikat.

Dalam kasus Osama bin Laden, jenazahnya dibawa ke kapal induk USS Carl Vinson. Jenazah Osama bin laden dimandikan, lalu dibungkus dengan kain putih. Setelah itu, doa dibacakan dalam bahasa Arab di depan jenazah Osama bin Laden.

Menurut pemerintah Amerika Serikat, Baghdadi, tokoh garis keras Irak yang tadinya tidak dikenal, kemudian menyatakan dia "kalifah" bagi seluruh umat Islam—sebagai pemimpin ISIS—tewas setelah ia meledakkan rompi bomnya sendiri. Sebelum itu, Baghdadi sempat lari dan terpojok di terowongan buntu yang ditutup pasukan elite Amerika Serikat.***

Bagikan: