Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Apa Saja Tugas Kaisar Jepang?

Huminca Sinaga
KAISAR Jepang Naruhito dan istrinya, Permaisuri Masako.*/AFP
KAISAR Jepang Naruhito dan istrinya, Permaisuri Masako.*/AFP

RAKYAT Jepang punya hajatan besar hari ini (22 Oktober 2019). Kaisar baru mereka resmi dinobatkan. Warga dunia pun ikut diundang ke acara paling spesial di Negeri Sakura tersebut.

Perayaan dan perjamuan besar tradisional dilaksanakan dalam rangka merayakan penobatan Kaisar Naruhito, kekuasaan monarki tertua di dunia. Upacara berlangsung pada hari Selasa 22 Oktober 2019 di Istana Kekaisaran, tepat enam bulan setelah Naruhito mewarisi Tahta Krisan dari ayahnya, Akihito. Akihito menjadi kaisar pertama yang turun takhta selama dua abad terakhir karena masalah kesehatan. 

Dilansir laman Washington Post, Selasa (22/10/2019), upacara penobatan terdiri dari serangkaian perjamuan yang diselenggarakan oleh Naruhito dan istrinya, Permaisuri Masako.

Siapa itu Naruhito?

Naruhito merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Kaisar Emeritus Akihito dan istrinya, Permaisuri Emerita Michiko. Naruhito (59) lulus pada tahun 1982 dengan gelar sejarah dari Universitas Gakushuin di Tokyo, sebuah universitas yang disukai oleh keluarga kekaisaran Jepang. 

Selanjutnya, ia belajar selama dua tahun di Universitas Oxford. Naruhito menikah dengan mantan diplomat, Masako Owada, pada tahun 1993 dan dikaruniai seorang anak bernama Putri Aiko (17). Putri Aiko tidak ada dalam daftar pewaris tahta karena kaisar perempuan dilarang oleh hukum. Istrinya, Putri Masako bekerja di luar sorotan publik setelah pernikahan, tetapi ia mendapat pujian karena cekatan saat menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah Naruhito naik takhta pada 1 Mei.

Proses penobatan

Acara dimulai pada Selasa pukul 1 siang waktu setempat dan berlangsung selama 30 menit.  Perwakilan dari sekitar 180 negara  mengenakan pakaian formal atau tradisional saat menghadiri acara di istana yang terletak di pusat Tokyo. 

Naruhito duduk di atas takhta, dan pelayan menempatkan regalia kekaisaran di atas meja. Masako kemudian  duduk di takhta yang berdekatan dengan suaminya. Setelah itu, Kaisar dan Perdana Menteri Shinzo Abe menyampaikan pidato dan diakhiri dengan tiga sorakan. 

Tamu acara

Wakil Presiden Mike Pence diharapkan datang ke acara tersebut sebagai simbol hubungan diplomatik antara Jepang dan Amerika Serikat. Namun, Amerika Serikat justru mendatangkan rombongan berpangkat rendah yang dipimpin oleh Menteri Transportasi Elaine Chao. 

Sementara negara tetangga Korea Selatan mengirim Perdana Menteri Lee Nak-yon meskipun kedua negara ini sedang berselisih hingga menimbulkan konflik antara negara-negara Asia. 

Susunan acara

Para tamu dihibur dengan musik dan tarian tradisional pada perjamuan malam di istana. Keesokan harinya atau Rabu (23/10/2019) Abe dan istrinya, Akie, menyambut sekitar 900 tamu di sebuah jamuan hotel. Sekitar 500.000 pelaku tindak pidana ringan juga akan diampuni seiring berjalannya acara, meskipun tindakan ini menuai kritikan. 

Jadwal pawai yang mulanya dijadwalkan Selasa akan diundur ke tanggal 10 November 2019 untuk menghormati korban tewas akibat topan dahsyat yang menyapu wilayah Jepang baru-baru ini. 

Rencananya, pawai ini akan menyusuri jalanan ibukota dengan mobil limusin terbuka. Pemerintah memperkirakan total biaya yang dikeluarkan mencapai 16 miliar yen (Rp 2 triliun), meningkat 30% dari acara penobatan sebelumnya pada tahun 1990, seperti dikutip dari Washington Post.

Alasan turun takhta

Pada tahun 2016, Akihito mengatakan bahwa fisiknya sudah tidak cukup sehat dalam menjalankan tugasnya sebagai Kaisar Jepang. Kekuasaan kaisar dibatasi setelah Perang Dunia II, sehingga Parlemen harus mengesahkan undang-undang sekali pakai yang memperbolehkan Akihito untuk turun takhta pada 30 April 2019. Ini menandai berakhirnya era kekaisarannya yang dikenal sebagai Heisei, yang dapat diterjemahkan sebagai “mencapai kedamaian.” 

Kaisar terakhir yang turun tahta adalah Kokaku pada tahun 1817 dan mewarisi takhta  bagi putranya. Era kekaisaran baru dinamai dengan era Reiwa, yang artinya pemerintahan sebagai "harmoni yang indah."

Keluarga kekaisaran Jepang

Kekaisaran Jepang sudah berlangsung sejak lama. Pada tahun 660 SM, kaisar pertama bernama Kaisar Jimmu naik takhta dan dipercaya sebagai keturunan dari dewi matahari Amaterasu. 

Menurut catatan sejarah, keluarga kekaisaran Jepang dimulai sekitar abad keenam dan diperintah oleh delapan permaisuri, dua di antaranya memerintah selama dua periode. Naruhito adalah kaisar ke-126 menurut catatan Badan Rumah Tangga Kekaisaran.

Tugas Kaisar Jepang

Kakek Naruhito, Hirohito adalah kaisar terakhir yang ditunjuk sebagai kaisar Jepang. Setelah kekalahan Jepang pada tahun 1945, Amerika Serikat menunjuk Hirohito untuk membangun kembali persatuan masyarakat Jepang, tetapi membatasi peran kekaisaran Jepang dalam kebijakan negara. 

Bab pertama dalam konstitusi pasca perang menuliskan bahwa “Kekaisaran akan menjadi simbol negara dan persatuan rakyat”. Dengan demikian, kaisar berarti tidak ikut serta dalam berbagai kegiatan politik. Setelah gempa bumi dan tsunami menewaskan sekitar 16.000 orang pada tahun 2011, Akihito dan Michiko mengunjungi korban selamat di tempat pengungsian dan dianggap membantu bangsa kembali pulih melalui uluran tangan mereka.

Pewaris takhta

Pewaris takhta selanjutnya adalah adik laki-laki Naruhito, Pangeran Akishino. Setelahnya, adalah putra Akishino yang berusia 13 tahun bernama Hisahito. (DN-Job/Huminca Sinaga)***

Bagikan: