Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Pertunjukan Kunang-kunang Menarik Wisatawan ke Desa Maharashta

Huminca Sinaga
KEINDAHAN alam Desa Maharashta menarik wisatawan berkunjung ke sana.*/THE GUARDIAN
KEINDAHAN alam Desa Maharashta menarik wisatawan berkunjung ke sana.*/THE GUARDIAN

DATTAA Kondar memandu sekelompok wisatawan kota menyusuri jalanan di desa Maharashta untuk menyaksikan pertunjukan kunang-kunang yang sangat terkenal di sana. Musim hujan dimulai pada bulan Juni, alhasil ribuan kunang-kunang mulai bermunculan saat senja. Cahaya yang berpendar dari tubuh kunang-kunang merupakan suatu isyarat untuk menarik lawan jenisnya. Fenomena ini menciptakan pertunjukan cahaya yang memikat.

Menjadi pemandu wisata sebenarnya bukan cita-cita Kondar (36). Di tahun 2003, seperti masyarakat India lainnya, ia datang ke kota untuk mencari pekerjaan. Namun, Kodar tidak sanggup menghadapi realita kerasnya hidup di kota Mumbai. Ia bertahan selama setahun sebelum akhirnya kembali lagi ke desanya di Purushwadi.

“Saya lebih baik dapat penghasilan 5.000 rupee (Rp 1 juta) di desa dibandingkan dapat 15.000 rupee (Rp 15 juta) di kota,” katanya seperti dilansir The Guardian akhir pekan lalu.

Sekembalinya ke desa, Kondar direkrut oleh sebuah perusahaan sosial yang bergerak di bidang pariwisata berbasis masyarakat bernama Grassroutes. Perusahaan ini dirintis oleh seorang pengusaha Mumbai bernama Inir Pinheiro. Grassroutes bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk desa yang bermigrasi ke kota besar untuk mencari pekerjaan  Hampir dua pertiga populasi masyarakat India tinggal di daerah pedesaan.

“Fokus utama kami adalah untuk memberdayakan masyarakat pendesaan. Selain itu, kami juga ingin menghargai keragaman budaya di India,” ujar Pinheiro. Saat ini, sekitar 900 keluarga dari 16 desa di Maharashtra, Andhra Pradesh, Madhya Pradesh dan Gujarat ikut serta dalam program Grassroutes.

Kesenjangan

Hampir 95% wisatawan yang datang ke desa berasal dari kota besar di India. “Terdapat kesenjangan besar antara masyarakat desa dan kota. Kami ingin menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyiapkan rumah penduduk lokal sebagai tempat tinggal sementara bagi wisatawan kota. Kami berharap interaksi ini dapat menumbuhkan pemahaman tentang sisi lain kehidupan,” terang Pinheiro.

Begitu panchayat (kepala desa) menyetujui program ini, masyarakat desa diperkenalkan dengan berbagai aspek penting dalam industri pariwisata. Aspek tersebut diantaranya adalah keramahtamahan, komunikasi, kebersihan dan kerapian, serta prosedur keselamatan. Mereka diajarkan untuk menampilkan budaya, gaya hidup, dan keindahan alam desanya. Setelah pelatihan selesai, Grassroutes akan mempromosikan desa tersebut dan mulai menerima kunjungan dari para wisatawan.

Penduduk desa digaji setiap dua minggu sekali agar mereka mendapat aliran dana yang stabil untuk membayar tagihan dan menghindari utang. Selain itu, Grassroutes akan menyalurkan dana di setiap kunjungan untuk pembangunan desa, seperti mendirikan aula dan beasiswa bagi siswa di desa setempat.

Para wisatawan bisa tinggal di rumah penduduk selama sehari atau lebih. “Kami menyediakan 8.000 hingga 9.000 hari kerja bagi setiap desa per tahunnya,” tambah Pinheiro, seperti dikutip The Guardian.

Purushwadi, sebuah dusun di India bagian barat, dihuni oleh sekitar 109 kepala keluarga. Hampir 70% diantaranya bekerja paruh waktu di Grassroutes untuk menambah penghasilan penduduk desa yang hanya bekerja sebagai petani.

Sepanjang tahun

Menurut Pinheiro, penghasilan rata-rata penduduk Purushwadi mencapai 20.000 rupee (Rp 3,9 juta) setiap tahunnya sebagai petani. Sementara itu, penghasilan dari sektor pariwisata mencapai setidaknya 5.500 rupe (Rp 2 juta).

“Tidak seperti kebanyakan program wisata lain yang hanya dilaksanakan pada musim tertentu, kami pastikan program ini berlangsung hampir sepanjang tahun. Selain mendatangkan wisatawan, kami juga menyelenggarakan lokakarya dan program pelatihan bersama. Dengan adanya program tambahan ini, pendapatan penduduk tidak akan terpengaruh jika terjadi penurunan jumlah wisatawan yang datang ke desa,” terang Pinheiro.

Di tahun 2014, program ini sukses mendatangkan wisatawan ke festival kunang-kunang di desa Purushwadi. Saking ramainya pengunjung, masyarakat desa Purushwadi merekrut desa tetangga sebagai tuan rumah. Begitu pula di tahun 2018, mereka meminta bantuan ke desa Gondoshi untuk memenuhi permintaan yang membeludak.

Program Grassroutes berpengaruh besar terhadapat meningkatnya kesejahteraan ekonomi penduduk setempat. Bagi perempuan desa, kedatangan perempuan kota bisa dijadikan panutan. Raksha Patekar (20), salah satu pemandu Grassroutes di desa Dehena mengatakan, “Saya ingin menjadi sarpanch (kepala desa) suatu saat nanti.” Sebuah mimpi yang tidak pernah terpikir olehnya sebelum mengikuti program ini.

Makanan bergizi

Kesehatan penduduk desa juga meningkat sejak dimulainya program Grassroutes. Sambil menyiapkan makanan untuk pengunjung, mereka belajar banyak tentang makanan bergizi serta menjaga kebersihan dan kerapian.

Mendatangkan para wisatawan sebenarnya tidak mudah dan cepat.

“Butuh waktu yang lama untuk mengembangkan usaha baru,” kata Pinheiro. “Perusahaan rintisan kami bertahan selama tiga tahun, sebelum akhirnya mendaftarkan diri secara formal sebagai Grassroutes di tahun 2009. Sejak saat itu, kami mengadakan pelatihan selama enam bulan hingga satu tahun bagi masyarakat desa yang bergabung dengan Grassroutes. Kesabaran adalah kunci dari suksesnya program ini.”

Grassroutes kini semakin mengembangkan usahanya. “Kami bekerja sama dengan dewan pariwisata di negara bagian Andhra Pradesh dan negara bagian lainnya. Kami sangat terbuka dengan organisasi yang ingin berkolaborasi untuk melatih masyarakat pedesaan dalam mengadakan program serupa,” ujar Pinheiro.

“Perubahan iklim dan hujan yang tidak menentu memberikan dampak buruk pada hasil pertanian. Masyarakat semakin bergantung pada mata pencaharian alternatif. Kami ingin membuat satu juta lapangan pekerjaan di wilayah pedesaan India sebelum tahun 2030,” tutup Pinheiro kepada Guardian. (DN-Job/Huminca Sinaga)***

Bagikan: