Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Banyak Pria yang Tidak Mengetahui Virus HPV

Huminca Sinaga
DIBANDING wanita, kesadaran pria masih rendah terhadap virus papilloma manusia (HPV).*/SAMMIE VASQUEZ/UNSPLASH
DIBANDING wanita, kesadaran pria masih rendah terhadap virus papilloma manusia (HPV).*/SAMMIE VASQUEZ/UNSPLASH

TEXAS, (PR).- Kesadaran akan virus papilloma manusia (HPV) dan vaksinnya  sangat rendah di kalangan orang dewasa Amerika, terutama pada pria. Ini merupakan kesimpulan penelitian terbaru yang dipublikasikan jurnal JAMA Pediatrics, yang menunjukkan perlunya pendidikan lebih lanjut tentang HPV dan vaksin yang dapat mencegahnya.

Penelitian ini menganalisis data dua tahun terakhir dari Survei Tren Nasional Informasi Kesehatan (yang dilakukan setiap tahun oleh National Institutes of Health). Ditemukan bahwa lebih dari 70% orang dewasa AS tidak menyadari bahwa HPV dapat menyebabkan kanker mulut, penis, dan kanker dubur serta kanker serviks, hal ini pun telah menjadi fokus sebagian besar kampanye kesehatan masyarakat hingga saat ini. Bahkan, kesadaran terhadap kanker serviks sekalipun rendah: dua pertiga pria dan sepertiga wanita tidak tahu bahwa HPV dapat menyebabkan itu.

HPV merupakan infeksi menular seksual yang paling umum, dan diperkirakan 75-80% orang dewasa yang aktif secara seksual akan mendapatkan beberapa jenis HPV genital dalam hidup mereka. Hal ini dapat ditularkan melalui hubungan seks vaginal, anal atau oral. Seringkali, infeksi ini sama sekali tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa jenis infeksi dapat menyebabkan kanker serviks, mulut dan lidah, tenggorokan, anus, vulva, penis, dan vagina.

Sejak dini

Vaksin HPV, yang direkomendasikan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS), untuk praremaja semua jenis kelamin berusia 11 atau 12 tahun, agar diberikan vaksin sejak dini. Menurut CDC, orang dewasa muda hingga usia 27 tahun dapat secara drastis menurunkan risiko mereka dengan mendapatkan vaksin, bahkan setelah usia yang disarankan. Namun, studi baru menemukan bahwa hanya sekitar 51% orang yang memenuhi syarat untuk divaksinasi.

Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai bagian dari pembelajaran reguler yang diberikan kepada semua anak sekolah, orang tua di AS-pun harus mencari dan mengetahuinya. "Keputusan untuk vaksinasi umumnya didasarkan pada pengetahuan," kata penulis penelitiannya, Ashish Deshmukh yang juga asisten profesor kesehatan masyarakat di University of Texas Health Science Center di Houston. 

Akibat kurangnya kesadaran umum tentang HPV di antara sebagian besar orang Amerika usia orang tua, katanya, maka tidak heran bahwa tingkat vaksinasi melayang sekitar 50%.

Bahkan, kata Deshmukh, pendidikan lebih penting sekarang karena CDC telah menyetujui vaksin HPV untuk orang berusia 27-45 tahun.  Jika ini diimplementasikan, akan lebih banyak dari populasi dapat dilindungi. CDC mengatakan, bahwa orang-orang dalam kelompok usia ini harus berkonsultasi dengan dokter mereka dapat melakukan vaksinasi untuk mereka itu baik atau sebaliknya.

Deshmukh mengatakan bahwa "Pria umumnya kurang tahu tentang vaksinasi HPV dan hubungan kausatif antara HPV dan kanker." Berdasarkan data pun, Deshmukh menegaskan bahwa lebih sedikit anak laki-laki yang mendapatkan vaksin HPV daripada anak perempuan.

Kanker tenggorokan

Penelitian itu "mengungkapkan masalah kesehatan masyarakat yang penting," tulis profesor kesehatan wanita Universitas Florida Selatan, Ellen Daley dalam surel kepada Popular Science. "Program kesehatan masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan HPV dan implementasi vaksin sangat penting."

Meskipun masalah kanker serviks telah menurun secara dramatis dalam dua dekade terakhir berkat program skrining dan vaksinasi, kanker lain yang dapat diperoleh dari HPV telah semakin meningkat. Kanker Oropharyngeal (sejenis kanker tenggorokan), telah meningkat pada pria lebih dari 200%, sementara pada wanita, kanker dubur mengalami peningkatan hampir 150%.

"Berita bagusnya di sini adalah segala sesuatu dapat dilakukan," kata spesialis HPV Universitas California San Francisco, Joel Palefsky. Palefsky merupakan orang yang terlibat dengan International Papillomavirus Society, merupakan situs web yang menawarkan informasi publik tentang HPV. Selain mendapatkan vaksinasi, skrining untuk kanker serviks dapat membantu mengurangi bahaya. Saat ini, tidak ada tes darah untuk HPV, dan tidak ada cara skrining yang dapat diandalkan untuk itu pada orang dengan penis.

HPV penyakit adalah umum, dan itu dapat dicegah: penelitian terbaru ini mengidentifikasi beberapa langkah jelas berikutnya. "Vaksin ini mencegah kanker," kata Daley. "Ini adalah hadiah yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita." (SR-Job)***
 

Bagikan: