Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Pola Makan Tak Sehat Berakhir dengan Kebutaan

Huminca Sinaga
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

LONDON, (PR).- Keluarga di Bristol yang anak remaja mereka mengalami kebutaan akibat diet tak sehat, akhirnya bicara soal kepedihan mereka kepada media. 

Seperti dilaporkan The Guardian pekan lalu, sang remaja menjadi buta setelah melakukan diet dengan hanya memakan keripik, roti putih, makanan ringan olahan, dan daging.  

Remaja yang berusia 19 tahun itu, sejak lahir tidak pernah memakan buah dan sayuran. Pola makannya yang buruk menyebabkan dia menderita neuropati, yang sebenarnya dapat diobati jika didiagnosis lebih awal.

Dalam kasusnya, serat-serat di saraf optiknya telah sangat rusak sehingga dia mengalamai kebutaan permanen.

Ibu dari remaja yang tidak ingin namanya disebutkan, mengatakan bahwa anaknya tidak dapat menemukan pekerjaan dan harus meninggalkan kuliahnya di jurusan TI.

Dia mengatakan, putranya menjadi orang yang suka pilih-pilih makanan ketika berusia sekitar tujuh tahun. Sejak itu dia hanya memakan keripik, sosis, ham olahan dan roti putih.

“Pertama kalinya kami mengetahui hal tersebut ialah ketika dia pulang dari sekolah dasar dengan bekal makan siangnya yang tidak tersentuh sedikit pun. Keesokannya saya membuatkannya bekal sandwich yang lezat dan memasukkan apel atau buah lainnya ke dalamny. Tapi, dia  tetap tidak memakannya. Guru-gurunya pun menjadi khawatir,” katanya dikutip The Guardian.

“Kakak laki-laki dan perempuannya tidak pernah susah makan apapun, dan mereka bukanlah pemilih makanan seperti adiknya. Adiknya selalu memakan makanan junk food yang biasanya membuat seseorang mengalami obesitas, tetapi tidak dengan dia. Badannya tetap terlihat kurus,” tuturnya.

Keluarga itu baru menyadari ada sesuatu yang salah dengan sang remaja saat pendengaran dan penglihatannya mulai terganggu pada usia 14 tahun. “Pandangannya semakin hari semakin rabun hingga ia mengalami kebutaan," ujar ibu sang remaja.

“Dia tidak memiliki kehidupan sosial saat ini. Setelah meninggalkan sekolah, ia masuk perguruan tinggi untuk kuliah jurusan TI. Tetapi, dia harus mundur karena dia tidak bisa melihat atau mendengar apa pun.”

“Dia mencari pekerjaan, tetapi dia belum dapat menemukan pekerjaan yang dapat dia lakukan, ujar ibunda sang remaja menjelaskan. 

"Saya harus berhenti bekerja di sebuah pub untuk merawatnya. Tiap hari dia mengonsumsi suplemen vitamin, tetapi dietnya masih hampir sama,” katanya menambahkan.

Masih kata ibu sang remaja, anaknya sempat mau mengkonsumsi jus buah, tetapi sekarang sudah tidak suka lagi.

“Ketika kami berhasil membuatnya ikut konseling, dia sempat mau minum jus. Tapi, sekarang dia benci jus," ujarnya.***

Bagikan: