Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

Ketua KPU Mendapat Serangan Orang Bertopeng

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi manusia bertopeng.*/UREPORT
FOTO ilustrasi manusia bertopeng.*/UREPORT

MOSKOW, (PR).- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rusia, Ella Pamfilova, diserang oleh seorang laki-laki bertopeng di rumahnya di pinggiran ibu kota Moskow, pada Jumat 6 September 2019.

Polisi mengatakan laki-laki menyerang Pamvilova dengan alat kejut listrik, namun tidak mengalami luka yang serius dan ia terlihat menghadiri acara di Moskow beberapa jam kemudian.

Kepada para wartawan, Pamvilova mengatakan, "Saya selamat." Tayangan televisi menunjukkan tidak terlihat bekas luka di badannya.

Kepada kantor berita AFP yang dikutip BBC, polisi mengatakan, "Pelaku memukul korban dengan alat kejut listrik beberapa kali sebelum ia melarikan diri."

Polisi mengatakan laki-laki itu memaksa masuk ke rumah melalui jendela. Polisi menduga laki-laki tersebut adalah pencuri.

Belum dipastikan apakah kejadian ini murni "pencurian yang berubah menjadi serangan" atau ada motif lain. Polisi sendiri mengatakan sudah memulai penyelidikan atas kasus ini.

Namun pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, dalam unggahan di Twitter mengatakan insiden di rumah ketua KPU Rusia ini adalah "hoaks yang ditujukan sebagai pengambilalihan isu".

Navalny mengeklaim insiden ini untuk "mengalihkan perhatian dari rencana melakukan kecurangan" di pemilu lokal, yang akan diselenggarakan pada hari Minggu 8 September 2019.

Pelarangan calon independen dalam pemilu lokal memicu unjuk rasa besar-besaran.
Pemungutan suara untuk memilih anggota parlemen untuk kota Moskow ini dikritik karena komisi pemilihan melarang calon-calon independen.

Beberapa pejabat, termasuk Pamvilova, mendukung pelarangan calon-calon independen dengan alasan "tanda tangan orang-orang yang mendukung calon independen tidak sah".

Keputusan ini memicu krisis dengan digelarnya aksi unjuk rasa besar-besaran mendesak dibolehkannya calon independen di pemilu lokal.

Dalam unjuk rasa ini beberapa orang ditahan dan mereka dijatuhi hukuman penjara setelah dinyatakan "menyerang polisi".***

Bagikan: