Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

Gagal, Bayi Diselundupkan dalam Tas Selempang

Huminca Sinaga
ILUSTRASI penyelundupan bayi.*/ANTARA
ILUSTRASI penyelundupan bayi.*/ANTARA

MANILA, (PR).- Warga AS tertangkap basah menyelundupkan bayi asal Filipina, saat melewati petugas imigrasi di Bandara Manila. 

Seperti dilansir The Guardian, Kamis 6 September 2019,  seorang warga negara Amerika didakwa melakukan perdagangan manusia setelah membawa bayi keluar dari Filipina secara ilegal.

Jennifer Erin Talbot ditangkap di bandara Manila setelah menyembunyikan bayi berusia enam hari di tas selempangnya.

Dia membawa bayi berumur enam hari didalam tas selempangnya. Perbuatan tersebut membuatnya ditangkap di bandara Manila dan telah didakwa melakukan perdagangan manusia. 

Talbot melewati loket imigrasi bandara tanpa menyatakan dia membawa bayi dalam tasnya. Setelah sempat lolos, ia dicegat oleh personel maskapai penerbangan di gerbang keberagkatan. 

Talbot (43), tidak memiliki paspor, izin naik pesawat atau izin pemerintah untuk sang bayi yang disembunyikan, kata petugas bandara. Dari catatan umum yang ia miliki, perempuan tersebut bertempat tinggal di Utah. 

Petugas menambahkan, bahwa Talbot berencana melakukan penerbangan menggunakan Delta  Air Lines ke Amerika Serikat bersama bayi yang ia bawa. 
"Sebenarnya ada niat untuk menyembunyikan bayi itu," kata seorang pejabat imigrasi, Grifton Medina, melalui telefon.

Pernyataan tertulis

Setelah menemukan bayi tersebut, staf maskapai memanggil petugas imigrasi, lalu menangkap Talbot di bandara. Dia kemudian diserahkan ke Biro Investigasi Nasional dan bayi yang ia bawa diserahkan kepada petugas kesejahteraan pemerintah. 

Otoritas berwenang mengatakan, Talbot membuat pernyataan tertulis di bandara. Dugaan sementara ibu dari bayi tersebut diidentifikasi adalah Maricris Dulap, telah memberikan persetujuan kepada Talbot untuk membawa bayinya bepergian ke AS. Namun, surat tersebut belum ditandatangani oleh ibu kandung sang bayi.

Para petugas mengatakan, tidak ada persetujuan perjalanan dari pemerintah yang dikeluarkan untuk bayi itu, mendorong mereka untuk mengajukan tuduhan perdagangan manusia terhadap Talbot. Ia mendapat ancaman hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan tersebut. Talbot juga melanggar setidaknya dua undang-undang lain mengenai pelecehan anak, yakni penculikan dan penahanan ilegal, kata NBI.

Seorang petugas NBI, Manuel Dimaano mengatakan, bahwa pejabat kedutaan AS diberitahu tentang penangkapan Talbot dan mengatakan kepada otoritas Filipina bahwa dia tidak memiliki catatan kriminal di AS. 

Adopsi

Dimaano mengatakan Dulap memberikan bayinya ke Talbot di kota Davao selatan. Ia menambahkan bahwa para penyelidik akan memastikan bagaimana Talbot membawa bayi itu keluar dari Davao, yang mana membutuhkan izin kota untuk bayi dibawa oleh orang asing. 

Orangtua bayi tersebut telah didakwa atas undang-undang perlindungan anak namun belum dilakukan penahanan, meskipun sang ibu telah diwawancarai oleh petugas kesejahteraan sosial, kata Dimaano. 

Dia menyatakan bahawa  Dulap menawarkan bayinya untuk diadopsi, dan tidak ada indikasi bahwa dia telah menjual bayinya. 

Dimaano berkata ketika dia dan petugas lainnya bertanya kepada Talbot apa yang ingin dia lakukan dengan bayi tersebut, dia menjawab bahwa ia hanya ingin memberikan "nama dan pemberkatan gereja," untuk itu. (SW-Job)***

Bagikan: