Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Makin Banyak Perempuan Korea Tidak Mengenakan BH

Tim Pikiran Rakyat
AKTRIS Korsel, Sulli.*/TIMWALKS
AKTRIS Korsel, Sulli.*/TIMWALKS

SEOUL, (PR).- Sejumlah perempuan di Korea Selatan mengunggah foto mereka di internet saat berbusana tanpa memakai BH.

Menggunakan tagar #NoBra, gerakan perempuan tanpa BH itu kian populer di media sosial.

Gagasan membangun gerakan tersebut muncul setelah aktris Korsel, Sulli, mengunggah foto dirinya yang tidak memakai BH ke akun Instagramnya yang diikuti jutaan warganet.

Sejak itu Sulli menjadi simbol gerakan tanpa bra di Korsel. Dia mengirim pesan jelas bahwa memakai atau tidak memakai BH adalah urusan "kebebasan pribadi".

Walau mendapat banyak pesan berisi dukungan, Sulli menerima cercaan dari perempuan dan pria di media sosial. Sulli disebut "pencari perhatian" dan dituduh sengaja bersikap provokatif.

Beberapa orang meyakini dia mendompleng gerakan perempuan untuk ketenaran pribadi.

"Saya paham memakai bra adalah pilihanmu, tapi dia selalu mengabadikan foto dirinya memakai celana ketat atau membuat payudaranya terlihat. Dia tidak perlu melakukan itu," tulis seorang pengguna Instagram yang dikutip BBC.

"Kami tidak menyalahkanmu karena tidak memakai bra. Kami memberitahumu bahwa kamu harus menyembunyikan putingmu," tulis pengguna lain.

"Kamu memalukan. Bisakah kamu pergi ke gereja seperti itu? Bisakah kamu bertemu adik iparmu atau mertuamu seperti itu? Tidak hanya pria, perempuan juga merasa tidak nyaman," cetus seorang warganet.

Menjadi sorotan

Baru-baru ini foto seorang penyanyi sohor lainnya, Hwasa, membuat gerakan #nobra kembali menjadi sorotan.

Foto-foto dan video yang menampilkan Hwasa pulang ke Seoul dari konser di Hong Kong dengan mengenakan kaus oblong tanpa bra menjadi viral.

Namun, sejak itu gerakan #nobra populer lagi di kalangan para perempuan awam. Gerakan tersebut tidak bisa dibilang tentang perempuan yang mencari kebebasan memilih di Korsel.

Pada 2018, gerakan 'Lolos dari Korset' populer di negara itu. Para perempuan lantas memotong rambut panjang mereka dan pergi ke mana-mana tanpa riasan. Mereka mengunggah hasilnya di media sosial sebagai wujud pemberontakan.

Slogan 'Lolos dari Korset' muncul sebagai bentuk penentangan terhadap standar kecantikan tidak realistis, yang meminta perempuan menghabiskan berjam-berjam merias diri dan menerapkan perawatan kulit di Korsel.

Banyak perempuan yang diwawancarai BBC mengatakan ada keterkaitan signifikan antara kedua gerakan. Cara kedua gerakan menyebar melalui media sosial pun bisa menjadi indikasi adanya jenis baru aktivisme.

Selama beberapa tahun terakhir, para perempuan Korsel telah memprotes budaya patriarki, kekerasan seksual, dan kejahatan 'kamera mata-mata', yaitu aksi pria yang menempatkan kamera tersembunyi di WC dan tempat umum lainnya.

Pemberantasan pornografi

Demonstrasi perempuan Korsel yang terbesar berlangsung pada 2018, ketika puluhan ribu perempuan turun ke jalan-jalan Kota Seoul guna menyerukan pemberantasan pornografi 'kamera mata-mata'.

Beberapa perempuan berkata kepada BBC bahwa mereka menghadapi dilema. Mereka mendukung gerakan tanpa BH, namun tidak cukup percaya diri untuk tidak mengenakan BH di tempat umum.

Salah satu alasan utama kerisauan mereka adalah 'pemerkosaan melalui tatapan', istilah di Korsel yang merujuk pada tatapan berlebihan sehingga membuat orang merasa sangat tidak nyaman.

Jeong Seong-eun, 28, merupakan bagian tim produksi No Brablem, film dokumenter tahun 2014 mengenai pengalaman perempuan saat tidak memakai BH.

Seong-eun mengaku proyek dengan teman-teman kampusnya itu bermula dari pertanyaan, "mengapa kita berpikir bahwa memakai BH adalah sesuatu yang alami?"

Walau dirinya berpikir bahwa adalah hal yang baik jika semakin banyak perempuan mendiskusikan topik ini di publik, dia juga meyakini kebanyakan perempuan "merasa malu" memakai kaus yang memperlihatkan puting mereka.

"Mereka tahu memakai bra masih dianggap normal di Korea Selatan, karena itu mereka memilih memakai bra," ujarnya.

Disaksikan 26.000 kali

Park I-seul, 24, adalah model Korsel yang terlibat dengan gerakan berpikiran positif soal tubuh. Tahun lalu dia memutuskan membuat video yang mendokumentasikan dirinya tanpa bra selama tiga hari di Seoul.

Video itu populer, disaksikan 26.000 kali.

Menurutnya, beberapa pengikutnya memilih "jalan tengah" dengan memakai bra soft cup tanpa tali, alih-alih bra kawat.

"Saya salah paham bahwa jika kami tidak memakai bra kawat, payudara kita akan melorot dan tampak jelek. Namun setelah saya merekam video, saya tidak ingin pakai (bra) lagi. Kini saya mengenakan bra tanpa tali pada musim panas dan tanpa bra pada musim dingin," tuturnya.

Gerakan ini tidak spesifik di Seoul.

Seorang pebisnis dan mahasiswi desain visual berusia 22 tahun dari Daegu, Nahyeun Lee, juga terinspirasi.

Dia memulai membentuk merek Yippee sebagai bagian dari proyek pascasarjana di Universitas Keimyung. Mulai Mei tahun ini dia menjual penutup puting dengan slogan, "Brassiere, it's okay, if you don't!".

Da-kyung, perempuan berusia 28 tahun dari Provinsi Jeollanam-do, mengatakan dia terinspirasi foto-foto aktris Sulli dan kini mengenakan bra saat bekerja, namun tidak memakai BH saat bepergian bersama kekasihnya.

"Pacar saya berkata, jika saya tidak nyaman memakai BH, jangan memakainya," ujarnya.***

Bagikan: