Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Lima Fakta Terkini Kebakaran Hutan Amazon

Endah Asih Lestari
HASIL citra satelit kebakaran hutan Amazon di wilayah Brasil, Sabtu, 24 Agustus 2019.*/REUTERS
HASIL citra satelit kebakaran hutan Amazon di wilayah Brasil, Sabtu, 24 Agustus 2019.*/REUTERS

PEKAN lalu, masyarakat dunia dikejutkan dengan terbakarnya hutan Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia. The National Institute for Space Research dalam laman CNN mengungkapkan, tercatat ada 72.843 kebakaran di Brasil sepanjang tahun ini, dan lebih dari setengahnya terjadi di wilayah hutan Amazon. 

Kondisi ini tentu membuat publik dunia terhenyak. Gelar paru-paru dunia yang disandang Hutan Amazon tentu bukan sekadar formalitas. Pohon-pohon di Amazon menyerap 2 miliar ton karbon dioksida setiap tahun. Amazon juga berkontribusi sebesar 20 persen terhadap produksi oksigen global.

Lalu, bagaimana kondisi terkini Hutan Amazon yang diamuk Si Jago Merah? Berikut lima faktanya. 

 

1. Pemerintah Brasil akhirnya kerahkan pesawat militer dan 44.000 tentara

Dilansir Associated Press, Minggu, 25 Agustus 2019, Pemerintah Brasil mengerahkan pesawat militer dan 44.000 tentara untuk memadamkan kebakaran yang  melanda sebagian kawasan Amazon.

Menteri Pertahanan dan Menteri Lingkungan Brasil menggambarkan rencana untuk memadamkan kebakaran, yang telah memicu kemarahan internasional itu.  Sentimen negatif terhadap cara Presiden Brasil Jair Bolsonaro dalam menangani krisis lingkungan itu, juga mengundang sejumlah unjuk rasa di Brasil. 

Presiden Jair Bolsonaro pada Jumat, 23 Agustus 2019 mengizinkan militer untuk terlibat dalam memadamkan api. Ia juga mengatakan bahwa ia akan  berkomitmen untuk melindungi kawasan Amazon dan hutan lainnya.

Ucapan Bolsonaro itu berbuah cibiran dunia internasional. Sebelumnya, Presiden Brasil itu telah menyebutkan bahwa perlindungan hutan hujan menjadi  hambatan bagi pembangunan ekonomi Brasil. Kantor diplomatik Brasil di berbagai penjuru dunia juga disambangi aktivis pencinta lingkungan.

Seperti diketahui, pernyataan prohutan tak pernah keluar dari Bolsonaro sejak dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Brasil. Dia justru meminta  pebisnis untuk memanfaatkan Amazon sebagai lapak mereka. Mulai dari agrikultur, peternakan, atau pertambangan.

Geming Bolsonaro baru berakhir ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron dan negara-negara Eropa lainnya mengancam dengan sanksi ekonomi. "Tidak mudah  melawan kebakaran di Amazon. Tapi, kami akan berusaha sekuat tenaga,” kata pria berusia 64 tahun itu.


2. Jumlah titik api tertinggi dalam 6 tahun terakhir

Tahun 2019 merupakan tahun buruk bagi Brazil. The National Institute for Space Reseach seperti dilansir CNN menyebutkan, kasus kebakaran meningkat  hingga 80 persen bila dibandingkan dengan tahun 2018. 

Sepanjang tahun 2018, terjadi 39.759 kebakaran. Pada tahun ini, terjadi peningkatan menjadi lebih dari 73 ribu titik api atau meningkat 80% yang berpusat di  lembah Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia. Jumlah titik api ini tertinggi dalam 6 tahun terakhir. 


3. Kebakaran Hutan Amazon setara dengan tiga lapangan sepakbola per menit

Mengutip laporan Business Insider, hutan Amazon telah dirusak karena deforestasi dalam beberapa pekan terakhir. Melansir data The National Institute for  Space Reseach, luas lahan yang terbakar setara dengan tiga lapangan sepakbola per menit. 

Juli lalu, Amazon telah kehilangan lahan seluas 1.345 kilometer persegi atau 519 mil persegi.  The Guardian melaporkan, ini adalah rekor deforestasi terbanyak  yang dialami Amazon dalam sebulan terakhir. 

"Deforestasi di Amazon dapat membuat efek perubahan iklim yang tidak dapat dipulihkan," tulis Business Insider, Minggu, 25 Agustus 2019. 

 

4. Apa sebenarnya penyebab kebakaran di Hutan Amazon?

Menteri Lingkungan Brazil, Ricardo Salles kepada CNN, menyebutkan bahwa kebakaran di Hutan Amazon terjadi akibat udara yang kering, tiupan angin, dan  panas. Akan tetapi, Haley Brink, Meteorologis CNN menyebut bahwa manusia punya campur tangan dalam kebakaran ini. 

Pakar ekologi Thomas Lovejoy berpendapat bahwa penggundulan hutan menjadi penyebab terjadinya kebakaran hebat yang terjadi, setelah Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberikan ijin untuk mengembangkan area hutan hujan tropis yang belum tersentuh, menjadi lahan pertambangan dan pertanian. Pembalakkan pun tak terhindarkan. 

"Kebakaran ini adalah konsekuensi dari peningkatan deforestasi baru-baru ini," kata Thomas Lovejoy kepada National Geographic. 

 

5. Paus Fransiskus serukan komitmen global atasi kebakaran Amazon

Paus Fransiskus pada Minggu, 25 Agustus 2019 menyerukan komitmen global untuk memadamkan kebakaran di Amazon, dengan mengatakan kawasan tersebut penting bagi kesehatan planet ini.

"Kita semua khawatir tentang kebakaran dahsyat yang meluas di Amazon. Mari kita berdoa agar dengan komitmen semua, kebakaran dapat segera dipadamkan. Paru-paru dunia tersebut sangat penting bagi planet kita," katanya di hadapan ribuan orang di St Peter Square, Vatikan, selama pertemuan mingguan, seperti dikutip Reuters.

Paus Fransiskus, yang pernah menulis dokumen penting yang dikenal sebagai ensiklik pada 2015 tentang perlindungan lingkungan dari pemanasan global, kerap membela hak-hak penduduk asli di kawasan Amazon atas tanah mereka dan melindungi budaya mereka. Ia juga menyeru pengurangan secara progresif dalam penggunaan bahan bakar fosil.

Kebakaran dahsyat yang melanda Amazon bertepatan dengan KTT G7 pekan ini, di mana tuan rumah, Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengatakan Amazon butuh pengelolaan yang lebih baik untuk mengakhiri "ekosida" yang berlangsung di hutan hujan tersebut dan menginginkan pemimpin dunia membahas keadaan darurat tersebut.***

Bagikan: