Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 29.1 ° C

Risiko Kanker Meningkat pada Orang-orang Bertubuh Tinggi

Huminca Sinaga
ILUSTRASI penyakit kanker.*/CANVA
ILUSTRASI penyakit kanker.*/CANVA

LOS ANGELES, (PR).- Orang-orang bertubuh tinggi memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena berbagai jenis kanker. Seperti dilansir The Guardian, penelitian terbaru menunjukkan hal itu disebabkan ukuran tubuh yang lebih besar dan sel-sel yang lebih banyak sehingga mutasi yang berbahaya bisa saja terjadi. 

Beberapa penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara tinggi badan dan risiko kanker dengan menunjukan bahwa setiap 10 cm tinggi dalam kisaran manusia, risikonya meningkat 10%. Hubungan serupa juga ditemukan pada anjing.

Para ilmuwan telah memberikan sejumlah penjelasan yang berbeda untuk hal ini, termasuk pertumbuhan hormon tertentu bisa berperan baik dalam tinggi badan maupun kanker.

Adapun faktor lain seperti faktor lingkungan, dalam hal ini nutrisi atau penyakit pada masa kanak-kanak bisa menjadi penyebab kanker.

Salah satu hipotesis utama adalah bahwa sesuatu yang terjadi di awal kehidupan lah yang membuat sel lebih rentan terhadap kanker, dan suatu kebetulan, hal itu juga menyebabkan seseorang menjadi lebih tinggi. 

Mutasi sel

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh profesor biologi di University of California Riverside, Leonard Nunney. Ia mengatakan penelitiannya telah diterbitkan dalam Proceeding of the Royal Society B yang didasarkan pada model dasar tentang bagaimana kanker berkembang, dimana individu mengumpulkan mutasi sel mereka (selain dalam sperma atau sel telur) selama hidup mereka. 

Jika serangkaian mutasi tertentu terjadi, maka kanker tertentu juga akan mulai timbul. Teori ini menunjukan bahwa semakin banyak sel yang dimiliki, maka semakin besar pula risiko kanker yang ada. Nunney membandingkan risiko keseluruhan bagi pria dan wanita yang terkena kanker jenis apapun dengan tinggi badan yang bertambah. Hasilnya mengungkapkan bahwa prediksinya selaras dengan observasi pada kehidupan nyata. Prediksi Nunney menunjukan peningkatan risiko sebesar 13% untuk setiap pertambahan 10 cm tinggi badan pada wanita dan 11% pada pria dan ditemukan hasil penelitian masing- masing 12% dan 9%.

Secara keseluruhan, peningkatan risiko akibat tinggi badan terlihat pada 18 dari 23 kanker. Nunney mengatakan, beberapa kanker mungkin tidak menunjukan keterkaitan karena dampaknya pada tinggi badan tertutupi oleh hal lain, seperti infeksi HPV untuk kanker serviks. Meskipun demikian, penemuan yang menunjukan jumlah sel merupakan hal yang penting.   

Penelitian ini juga menimbulkan beberapa hal yang mengejutkan. Sebagai contohnya, kanker kulit melanoma menunjukan  hubungan yang lebih kuat dengan tinggi badan, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Hal yang ditunjukan Nunney mungkin merujuk pada orang- orang yang lebih tinggi yang memiliki kadar hormon pertumbuhan atau disebut dengan IGF-1 yang lebih banyak. 

Pembelahan

Nunney juga menambahkan, sedikit peningkatan dalam dalam tingkat pembelahan sel sebagai akibat dari tingkat pembelahan IGF-1 yang lebih tinggi mungkin mempunyai dampak yang lebih kuat untuk sel-sel ini daripada jaringan- jaringan lainnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh melanoma bisa saja memerlukan set mutasi yang lebih besar untuk berkembang daripada jenis kanker lainnya.

Profesor Dorothy Bennett, direktur dari Molecular and Clinical Sciences Research Institute di St George, University of London menyambut penelitian itu dengan baik. Namun, ia mengatakan bahwa perhitungan Nunney melibatkan beberapa asumsi, termasuk risiko kanker yang meningkat dalam proporsi tinggi badan tertentu. 

Akan tetapi, Bennett mengatakan bahwa argumen itu meyakinkan karena penyederhanaan dalam penelitian Nunney tampak masuk akal. Oleh karena itu, kesimpulan utama dari penelitian itu akan menjadi yang paling didukung saat ini. Jumlah sel dapat memprediksi hubungan numerik antara tinggi badan dan kanker tanpa perlu menyarankan faktor tambahan. 

Selain itu, Bennett mengatakan tidak ada alasan yang jelas, mengapa melanoma harus memiliki hubungan yang sangat kuat dengan tinggi badan. Georgina Hill dari Cancer Research UK mengatakan setiap individu tidap perlu khawatir dengan tinggi badan mereka. 

Sejumlah penelitian selama bertahun- tahun menunjukan bahwa orang- orang yang lebih tinggi tampaknya memiliki risiko kanker yang sedikit lebih tinggi. Akan tetapi, peningkatan risiko terbilang kecil dan  ada banyak hal yang bisa dilakuan untuk mengurangi risiko terkena kanker. Beberapa di antaranya seperti tidak merokok dan menjaga berat badan yang sehat.***

Bagikan: