Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

Kebakaran Hutan Amazon Bisa Picu Lonjakan Emisi Karbon Global

Yusuf Wijanarko
KEBAKARAN hutan Amazon dilihat dari ruang angkasa dalam foto yang diambil satelit GOES-16 pada 21 Agustus 2019.*/REUTERS
KEBAKARAN hutan Amazon dilihat dari ruang angkasa dalam foto yang diambil satelit GOES-16 pada 21 Agustus 2019.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Kebakaran hutan Amazon di Brasil, yang skala luasannya bahkan terlihat dari ruang  angkasa, membawa kekhawatiran mendalam karena bencana itu dapat memicu lonjakan emisi karbon secara global.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Intan Suci Nurhati kepada Antara, Jumat 23 Agustus 2019 mengatakan, hutan Amazon adalah paru-paru dunia yang mengubah gas rumah kaca seperti karbon dioksida menjadi oksigen yang dalam prosesnya menjadi pengikat karbon.

Intan, yang juga mewakili Indonesia dalam panel ahli perubahan iklim antarpemerintah (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC) dalam Kerangka kerja PBB untuk Konvensi Perubahan Iklim, mengatakan perubahan tutupan hutan juga dapat mempengaruhi suhu permukaan bumi secara regional.

Dalam Laporan Khusus tentang Perubahan Iklim dan Lahan yang dikeluarkan pada 8 Agustus 2019, Intan mengatakan, kajian IPCC menekankan peran hutan dan dampak deforestasi bagi target mitigasi gas rumah kaca.

KEBAKARAN hutan Amazon di Brasil, Kamis 22 Agustus 2019.*/REUTERS

Pemodelan global memperkirakan emisi neto karbon dioksida sekira 2,6 gigaton karbon dioksida per tahun pada periode 2007 hingga 2016 berasal dari aktivitas penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan.

Emisi neto itu sebagian besar disebabkan deforestasi yang kemudian diimbangi aforestasi atau reboisasi dan oleh aktivitas penggunaan lahan lainnya.

Sehingga, menurut Intan, pengurangan deforestasi dan kerusakan hutan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca.

Saat ini, kata dia, inventori nasional gas rumah kaca menggunakan metode-metode yang berbeda dalam mengestimasi pelepasan dan penyerapaan karbondioksida antropogenik dari sektor lahan.

Kejadian kebakaran hutan yang semakin sering terjadi karena perubahan iklim, menurut Intan, perlu mendapat perhatian, terutama bagi Nationally Determined Contribution dan realisasi target Paris Agreement untuk menekan angka kenaikan suhu global pada angka 1,5 derajat Celcius di atas level masa praindustri.

Dalam Laporan Khusus tentang Pemanasan Global 1.5 derajat Celcius yang dirilis 2018, IPCC telah memaparkan kajian bahwa dampak perubahan iklim bagi manusia akan meningkat signifikan apabila menembus angka 2 derajat Celcius dari level praindustri.

Dengan menekan angka pemanasan di level itu, estimasi para ahli menunjukkan bahwa upaya tersebut dapat mengurangi dampak kenaikan suhu laut bagi lebih dari 10 juta penduduk dunia.

Tudingan presiden Brasil

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menuduh organisasi nonpemerintah melakukan pembakaran hutan hujan Amazon untuk mencoreng citra pemerintahannya setelah memangkas dana untuk mereka.

Semuanya mengindikasikan, bahwa organisasi nonpemerintah berangkat ke Amazon "untuk membakar" hutan tersebut, kata Bolsonaro melalui siaran langsung Facebook sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pencinta lingkungan semakin geram dengan pernyataan terbaru Bolsonaro itu dan semakin khawatir dengan sikapnya terhadap hutan hujan Amazon yang merupakan benteng utama melawan perubahan iklim.

"Ini pernyataan yang menyakitkan, pernyataan menyedihkan," kata Marcio Astrini, koordinator kebijakan umum Greenpeace Brasil. Dia mengatakan, maraknya penggundulan serta pembakaran hutan Amazon sebenarnya akibat dari kebijakan antilingkungan presiden negara tersebut.***

Bagikan: