Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Amazon, Kongo, dan Indonesia Jadi Benteng Perubahan Iklim

Yusuf Wijanarko
KEBAKARAN lahan di dekat permukiman penduduk di Jalan Mataram, Kertapati, Palembang, Rabu 21 Agustus 2019.*/ANTARA
KEBAKARAN lahan di dekat permukiman penduduk di Jalan Mataram, Kertapati, Palembang, Rabu 21 Agustus 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Andersen menyebut, hutan Amazon, basin Kongo, dan hutan hujan Indonesia sebagai benteng alami pertahanan melawan perubahan iklim berdasarkan kemampuannya dalam mitigasi dan adaptasi.

Inger Andersen, dalam pernyataan di situs resmi UNEP, Jumat 23 Agustus 2019 menyebut, kebakaran yang terjadi di hutan hujan Amazon, Brasil adalah pengingat keras akan krisis lingkungan yang dihadapi dunia, baik dari isu iklim, keanekaragaman hayati, dan polusi.

“Kita tidak dapat menanggung kerusakan yang lebih besar lagi dari sumber alam berharga ini, yang merupakan rumah bagi 33 juta orang, termasuk 420 komunitas adat, 40.000 spesies tumbuhan, 3.000 spesies ikan air tawar, dan lebih dari 370 tipe reptil,” kata Inger Andersen seperti dilaporkan Antara.

Dia mengatakan, pengelolaan secara berkelanjutan akan menjadi bagian penting dalam mengembalikan kerusakan yang telah terjadi di hutan Amazon.

Sementara itu, kegagalan menghentikan kerusakan akan berdampak parah terhadap kesehatan manusia dan mata pencaharian, menghancurkan keanekaragaman hayati yang kaya, dan membuat dunia lebih terekspos krisis iklim.

WARGA menggembalakan kerbau saat melintasi lokasi kebakaran lahan di Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat 23 Agustus 2019. Berdasarkan data BPBD Sumatera Selatan, selama periode Januari-Agustus 2019, sebanyak 1.675,80 hektare lahan terbakar di Sumatera Selatan.*/ANTARA

UNEP, kata dia, siap berdiri bersama negara-negara anggota termasuk Brasil, untuk bekerja menangani krisis saat ini dan mendukung upaya-upaya memenuhi target Paris Agreement yang serius.

“Brasil telah memiliki tradisi yang panjang dalam melindungi hutan Amazon dan kita akan melanjutkan kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat Brasil, menyediakan ilmu, alat, dan penilaian untuk memandu kebijakan berbasis bukti, mengumpulkan negara-negara anggota untuk mengatasi tantangan lingkungan yang mendesak, dan mengadvokasi atas nama Amazon dan hutan lainnya di seluruh dunia,” ujar Inger Andersen.

Pada Konferensi Tingkat Tinggi Aksi Perubahan Iklim yang diadakan Sekretaris Jenderal PBB, UNEP akan bergabung dengan negara-negara anggota, kolega PBB, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk memperkuat perlindungan hutan-hutan di bumi dan para pembela lingkungan yang menghabiskan hidup mereka bekerja menyelamatkan sumber daya tersebut.

“Kami mendesak negara-negara anggota untuk datang bersama dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memadamkan kebakaran yang sedang berlangsung, untuk mencegah kebakaran lebih lanjut dari awal, dan melindungi hutan Amazon untuk kepentingan Brasil serta dunia,” ujar Inger Andersen.***

Bagikan: