Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Berawan, 19.8 ° C

Perempuan Saudi Kini Bebas Bepergian Tanpa Izin

Huminca Sinaga
PARA perempuan Arab Saudi bersuka cita dengan membanjiri dan mengitari jalanan Ibu Kota Riyadh sembari mengemudikan mobil mereka.*/FAISAL AL NASSER/REUTERS
PARA perempuan Arab Saudi bersuka cita dengan membanjiri dan mengitari jalanan Ibu Kota Riyadh sembari mengemudikan mobil mereka.*/FAISAL AL NASSER/REUTERS

RIYADH, (PR) - Pemerintah Arab Saudi mulai mengizinkan perempuan untuk bebas berpergian tanpa izin dari pria. Demikian laporan kantor berita pemerintah Saudi, SPA, seperti dikutip laman Channel News Asia, Rabu 21 Agustus 2019.  Sejak Raja Salman berkuasa, sejumlah reformasi terus digulirkan, termasuk pada 2018 resmi membolehkan perempuan menyetir dan juga menonton konser musik.

Riyadh telah lama menghadapi kritik internasional atas status perempuan di Saudi. Kelompok hak asasi mengatakan bahwa perempuan sering diperlakukan sebagai warga negara kelas dua di bawah peraturan yang mengharuskan mereka untuk mendapatkan persetujuan dari wali laki-laki mereka seperti ayah, suami, atau saudara laki-laki perempuan tersebut tanpa memandang usia.

Seperti dilansir di laman Channel News Asia, pihak berwenang secara terus-menerus menghapus pembatasan itu dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mengakhiri larangan terhadap perempuan yang mengendarai mobil tahun lalu. Keputusan dekrit kerajaan yang diterbitkan awal bulan ini semakin mengikis sistem itu ketika kerajaan itu berada di bawah pengawasan ketat atas catatan hak asasi manusianya.

Perubahan peraturan menetapkan bahwa paspor Saudi harus dikeluarkan untuk setiap warga negara yang mengajukan permohonan paspor baru dan setiap perempuan yang berumur 21 tahun keatas tidak perlu melakukan izin untuk berpergian.

"Kantor imigrasi dan departemen status sipil beserta cabang-cabangnya di semua wilayah kerajaan sudah mulai menerapkan amandemen yang diatur dalam dekrit kerajaan," demikian laporan SPA, mengutip sumber dari kementerian dalam negeri setempat.

Salah satu surat kabar Saudi melaporkan bahwa lebih dari 1.000 wanita di Provinsi Timur negara itu telah meninggalkan Arab Saudi pada awal pekan ini tanpa izin wali mereka, yang tampaknya merupakan implementasi awal dari aturan baru tersebut.***

Bagikan: