Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Imber, Desa Hantu yang Hilang dari Peta

Tim Pikiran Rakyat
DESA Imber ditinggalkan pada 1943 dan sejak itu ditutup bagi warga sipil.*/BBC
DESA Imber ditinggalkan pada 1943 dan sejak itu ditutup bagi warga sipil.*/BBC

LONDON, (PR).- Ribuan orang mengunjungi "desa hantu", yang hanya terbuka bagi publik hanya 50 hari dalam setahun.

Jumlah pengunjung ke Desa Imber, yang terletak di zona latihan Kementrian Pertahanan Salisbury Plain di Wiltshire, tahun ini mencapai rekor.

Desa itu ditinggalkan penduduknya pada 1943, dan sejak itu selalu tertutup bagi warga sipil.

Tepat sebelum hari Natal 1943, warga desa diperintahkan untuk mengemas barang-barang mereka dan pergi untuk menyediakan area latihan bagi pasukan yang tengah bersiap-siap menghadapi invasi Eropa dalam Perang Dunia Dua.

Para warga tidak pernah diizinkan untuk kembali, dan Desa Imber pun menghilang dari peta.

Sejak itu, Kementerian Pertahanan Inggris memberikan akses publik hingga 50 hari setiap tahun, termasuk lima hari pada bulan Agustus.

"Kemarin kami sibuk sekali dengan bus, kami kedatangan sekitar 5.000 pengunjung," kata Neil Skelton, penjaga Gereja St. Giles, satu-satunya bangunan asli yang masih utuh di desa kosong itu.

"Mereka mendatangkan paling banyak bus tahun ini, sekitar 28 bus. Kami sempat hampir kewalahan," tuturnya seperti dilansir BBC.

Ketua Network Rail, Sir Peter Hendy, yang menjalankan layanan bus, mengatakan Desa Imber adalah "tempat paling terpencil untuk menjalankan layanan bus".

"Tempatnya lebih sering tutup daripada buka, tidak ada yang tinggal di sana, jadi itu adalah tempat yang sempurna untuk menjalankan layanan bus seperempat jam sehari dalam setahun," katanya.

"Tahun lalu, kami mengumpulkan £ 13.000 dan uangnya untuk gereja," ucapnya.

Tahun ini, untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, Gereja Sy. Giles digunakan untuk pembaptisan.

"Ia seorang perwira Angkatan Darat, yang bertugas di dataran," kata Skelton.

"Tidak ada bangku gereja di sana dan kolamnya diruntuhkan pada tahun 1950, jadi pendeta akan membawa mangkuk dan air," pungkasnya.***

Bagikan: