Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Tersumbat Sampah Plastik, Bayi Duyung Tewas

Endah Asih Lestari
BAYI duyung*/THE STRAIT TIMES
BAYI duyung*/THE STRAIT TIMES

BANGKOK, (PR).- Seekor bayi duyung yang sempat diselamatkan di Thailand awal tahun ini, akhirnya mati pada Sabtu, 17 Agustus 2019  akibat potongan sampah plastik yang menyumbat sistem pencernaannya.

Seperti dilansir Reuters, oleh masyarakat Thailand, bayi duyung tersebut dinamai Marium, yang berarti nyonya laut. Hewan ini berada di bawah pengawasan pihak berwenang Thailand sejak ditemukan terdampar di sebuah pantai di provinsi selatan Krabi pada bulan April lalu.

Tim pengawas kemudian memberikan perawatan, seperti memberi susu dan rumput laut sebelum melepaskannya beberapa kali ke laut. Akan tetapi, bayi duyung itu selalu kembali dengan membawa luka-luka dari laut.

Pekan lalu, Marium dinyatakan sakit. Salah seorang dokter hewan yang merawatnya, Nantarika Chansue, ia tidak mau makan dan kehilangan banyak berat badan.

Bayi duyung itu dinyatakan mati oleh Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir di halaman Facebook resmi departemen tersebut.

Tim beranggotakan 10 dokter hewan melakukan autopsi pada Marium. Lima jam setelah bayi duyung itu mati, mereka menyimpulkan bahwa sampah plastik adalah penyebab kematian Marium.

"Banyak potongan plastik kecil menyumbat ususnya dan menimbulkan peradangan, yang menyebabkan infeksi darah dan radang paru-paru," kata Nantarika di Facebook.

"Semua orang sedih dengan kehilangan ini, tetapi kondisi ini menegaskan bahwa kita perlu menyelamatkan lingkungan untuk menyelamatkan hewan laut langka ini," tulisnya melanjutkan.

Duyung terdaftar sebagai salah satu dari 19 hewan liar yang dilindungi undang-undang Thailand, yang melarang hewan-hewan itu diburu atau diperdagangkan. 

Pada Juni, sebuah perhimpunan 10 negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, mengesahkan deklarasi bersama untuk memerangi sampah laut di kawasan tersebut.***

Bagikan: