Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 31.2 ° C

Migrain Bisa Berawal dari Sering Minum Kopi

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi biji kopi.*/REUTERS
FOTO ilustrasi biji kopi.*/REUTERS

WASHINGTON, (PR).- Tim ilmuwan dari Universitas Harvard telah mempelajari efek konsumsi kopi pada pasien pmenderita migrain untuk melihat apakah kafein dapat memicu sakit kepala. Studi mereka menunjukkan bahwa risikonya meningkat dengan tiga cangkir kopi atau lebih sehari.

Seperti dilansir AFP,  migrain merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan rasa sakit luar biasa di beberapa area tempurung kepala, berpotensi mual, dan hipersensitif terhadap kebisingan atau cahaya. Kondisi ini dapat terjadi selama 72 jam.

Menurut World Health Organisation (Organisasi Kesehatan Dunia), setengah hingga tiga perempat orang dewasa berusia 18-65 tahun di dunia menderita sakit kepala pada tahun lalu dan, di antara orang-orang itu, 30% atau lebih adalah penderita migrain.

Meskipun migrain telah lama dipelajari, migrain selalu menjadi kondisi yang cukup rumit untuk dijelaskan, meskipun sejumlah faktor pemicu telah diidentifikasi, seperti kecenderungan genetik, perubahan lingkungan (kelelahan, stres, perbedaan cuaca), dan pilihan makanan tertentu.

Para peneliti di Universitas Harvard telah melakukan penelitian pada 98 orang penderita migrain episodik untuk menentukan apakah kebiasaan meminum kopi mereka dapat menjadi pemicu migrain.
Elizabeth Mostofsky, Direktur dari Studi ini mengatakan bahwa dampak kafein tergantung pada dosis dan frekuensi.

Buku harian

Orang-orang yang diuji mengisi buku harian setiap harinya selama enam minggu. Mereka mencatat frekuensi dan intensitas rasa sakit kepala mereka, serta konsumsi kopi, teh atau minuman berenergi.

Mereka yang diuji juga memberikan informasi terperinci tentang pemicu migrain lainnya seperti obat-obatan, minuman beralkohol, tingkat aktivitas fisik, gejala depresi, stres psikologis, kebiasaan tidur, siklus menstruasi, dan lainnya.

Tim Mostofsky menggunakan data secara individual untuk membandingkan gejala migrain mereka pada hari-hari di mana mereka mengonsumsi minuman berkafein dan hari-hari di mana mereka tidak mengkonsumsi minuman berkafein.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Medicine ini, menunjukkan bahwa penderita migrain yang minum tiga cangkir kopi atau lebih  sehari cenderung menderita migrain, baik di hari yang sama maupun hari berikutnya.

Mostofsky berkata “Menariknya, meskipun beberapa penderita dengan migrain episodik berpikir bahwa mereka perlu menghindari konsumsi kafein, kami menemukan bahwa minum satu hingga dua cangkir  sehari tidak berkaitan dengan risiko sakit kepala yang lebih tinggi.  Dibutuhkan lebih studi lebih lanjut mengonfirmasi temuan ini, namun ini masih langkah pertama yang memuaskan.”***
 

Bagikan: