Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sebagian berawan, 20.7 ° C

Gara-gara Menabrak Burung, Pesawat Mendarat Darurat di Kebun Jagung

Tim Pikiran Rakyat
PESAWAT Ural Airlines Airbus 321 mendarat di ladang jagung, tidak jauh dari landasan pacu.*/REUTERS
PESAWAT Ural Airlines Airbus 321 mendarat di ladang jagung, tidak jauh dari landasan pacu.*/REUTERS

MOSKOW, (PR).- Sebanyak 233 penumpang dan awak pesawat maskapai penerbangan Rusia, Ural Airlines, selamat dalam pendaratan darurat di ladang jagung di Moskow pada Kamis 15 Agustus 2019, setelah kawanan burung camar tersedot ke dalam mesin pesawat jenis Airbus 321.

Pilot berkewarganegaraan Rusia itu berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat, tidak lama setelah tinggal landas dalam penerbangan dari Bandara Zhukovsky, Moskow, menuju Simferopol, Krimea.

Dalam insiden itu, 23 orang mengalami luka. Penumpang dan awak yang luka dilarikan ke rumah sakit, sementara yang lain diminta untuk menunggu di bandara.

Menurut Kementerian Kesehatan, lima anak-anak termasuk mereka yang dirawat di rumah sakit. Mereka yang mengalami luka "dikategorikan luka serius atau sedang".

Pilot disebutkan mendaratkan pesawat dengan cara mematikan mesin dan menarik roda pesawat.

Dalam keterangannya, Ural Airlines mengatakan pesawat mengalami kerusakan berat dan tidak akan diterbangkan lagi.

Pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Badan transportasi Rusia, Rosaviatsia, mengatakan pesawat melakukan pendaratan darurat di ladang jagung sekitar satu kilometer dari landasan pacu di Bandar Udara Internasional Zhukovsky.

Terguncang hebat

Salah seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pesawat terguncang hebat setelah lepas landas.

"Lima detik kemudian, lampu di kanan pesawat mulai menyala dan muncul bau seperti terbakar. Kemudian pesawat mendarat dan semua orang keluar dan berlari menjauh," tutur penumpang itu kepada televisi Rusia yang dikutip BBC.

Seorang penumpang lainnya juga menceritakan apa yang dialaminya.

"Muncul kebisuan keras di dalam pesawat. Semua orang menunggu nasib. Kemudian pesawat menghantam tanah dengan keras.

"Saya memeluk bayi saya. Saya takut anak saya akan terguncang keras karena badannya masih kecil," ucapnya.

Media Rusia membandingkan peristiwa itu dengan insiden maskapai Amerika Serikat, US Airways, yang harus melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson tidak lama setelah lepas landas pada tahun 2009.

Di dunia penerbangan, tabrakan antara kawanan burung dan pesawat merupakan fenomena umum.

Di Amerika Serikat sendiri, terdapat ribuan insiden seperti itu setiap tahun. Namun demikian, insiden-insiden itu jarang menyebabkan kecelakaan atau kerusakan pada pesawat.***

Bagikan: