Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.8 ° C

Teori Konspirasi Kematian Epstein, Ini Penjelasannya

Huminca Sinaga
DEMONSTRAN menyesalkan kematian terdakwa predator anak yang juga merupakan pemodal kaya Jeffrey Epstein di depan Pengadilan Federal New York, 8 Juli 2019. Dengan kematian itu, korban tidak akan bisa menuntut pertanggungjawaban.*/GETTY IMAGES
DEMONSTRAN menyesalkan kematian terdakwa predator anak yang juga merupakan pemodal kaya Jeffrey Epstein di depan Pengadilan Federal New York, 8 Juli 2019. Dengan kematian itu, korban tidak akan bisa menuntut pertanggungjawaban.*/GETTY IMAGES

BUNUH diri yang dilakukan banker dan pemodal ternama Jeffrey Epstein pekan lalu di penjara federal Amerika Serikat telah menimbulkan serangkaian teori konspirasi daring. Hal tersebut didorong oleh ikatan Epstein dengan sejumlah elit dunia termasuk para pangeran, politisi, dan orang- orang kuat dan terkenal lainnya.

Seperti dilaporkan The Guardian, teori- teori daring menawarkan spekulasi yang tidak berdasar. Beberapa diantaranya menyatakan bahwa kematian Epstein yang merupakan terdakwa predator anak bukanlah bunuh diri, melainkan kebohongan.

Donald Trump yang di era 1990-an pernah menjadi sahabat Epstein, termasuk yang meyakini Epstein tewas bukan karena bunuh diri.

Beberapa jam setelah kematian Epstein, tagar #EpsteinMurder ramai diperbincangkan di seluruh dunia. Trump pun ikut serta dalam perbincangan itu menggunakan akun twitter-nya dibawah pengawasan pemerintah. 

Trump yang terkenal karena klaimnya bahwa Barack Obama dilahirkan di luar AS, turut me-retweet klaim yang tidak berdasar tentang kematian Epstein. Para politisi lain juga turut mempertanyakan keadaan ini di media sosial mereka.

Senator Republik, Rick Scott dari Florida yang diduga sebagai tempat pelecehan seksual yang dilakukan Epstein juga ikut berkomentar. Ia menyatakan bahwa mungkin saja ada orang lain yang terlibat dalam kematian Epstein saat dia meminta pejabat untuk menjelaskan yang terjadi di Metropolitan Correctional Center (MCC) di Manhattan.

Scott juga menulis bahwa Biro Penjara Federal harus memberikan jawaban tentang kegagalan sistemik di MCC Manhattan. 

Selain itu, jawaban tentang tindakan kriminal yang memungkinkan pengecut ini menyangkal keadilan bagi para korbannya juga perlu disiapkan.

Mantan walikota New York, Rudi Giuliani yang merupakan pengacara Trump saat ini juga menulis cuitan dengan beberapa pertanyaan tentang kematian Epstein.

“Siapa yang melihatnya? Apa yang ditunjukan oleh CCTV? … Ikuti motifnya,” tulis Guiliani pekan lalu.

Informasi keliru

Teori- teori itu muncul kembali setelah Epstein ditangkap dengan tuduhan telah mengatur perdagangan seks untuk memberinya gadis- gadis remaja pada 6 Juli lalu. Beberapa penuduhnya juga menggambarkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemodal kaya itu.

Kombinasi ini menciptakan banyaknya kemunculan teori dan informasi yang salah di media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube.

Jaminan untuk Epstein telah ditolak dan dia pun dijatuhi 45 tahun penjara karena perbuatannya itu. Namun, Epstein mengaku tidak bersalah dan akan menunggu untuk sidang kembali tahun depan.

Hubungannya dengan presiden AS terdahulu Bill Clinton, dan Andrew, pangeran Britania adalah awal dari semua rumor dan teori ini. Banyak diantaranya bertanya tentang apa yang diketahui para politisi terkait kasus Epstein ini.

Teori- teori lainnya pun dengan mudah menghilangkan prasangka.

Misalnya, pada hari saat dia ditangkap 6 Juli 2019 lalu, meme daring dan status di Facebook dengan keliru mengklaim pemerintahan Obama membuat perjanjian rahasia di Florida pada 2008 untuk melindungi Clinton. Hal itu memungkinkan Epstein mengaku bersalah atas dakwaanya saat ini untuk menghindari tuduhan yang lebih serius. 

Faktanya, kesepakatan tersebut sebenarnya dilakukan pada masa George W. Bush.

Sementara itu, foto manipulasi yang disebar ribuan kali di Twitter dan Facebook dengan salah mengklaim untuk menunjukan hubungan Epstein dengan putri Trump, Ivanka Trump.

Juru bicara Clinton, Angel Ureña mengatakan bahwa Clinton tidak mengetahui apapun terkait kejahatan Jeffrey Epstein di Florida beberapa tahun lalu, atau siapapun yang telah didakwa beberapa waktu lalu di New York.

Trump mengaku telah mengenal Epstein, tetapi ia mengatakan bahwa sudah lama mereka tengah berselisih.

Teori lain

Beberapa teori tentang Epstein yang ditayangkan daring terkesan sangat gelap, terutama saat Epstein ditemukan terluka di lantai selnya dengan memar di lehernya. Beberapa komentator daring menggambarkannya sebagai "percobaan pembunuhan".

"FBI dan Department of Justice’s Office of the Inspector General akan menyelidiki keadaan terkait kematian Epstein," kata jaksa agung William Barr.

Barr juga mengatakan bahwa kematian Epstein menimbulkan pertanyaan yang harus dijawab. Selain itu, Preet Bharara, mantan jaksa federal di Manhattan berharap agar kamera yang mungkin merekam proses bunuh diri Epstein bisa memberikan bukti yang lengkap, konskusif, dan aman.

Penangkapan Epstein bulan lalu menyebabkan adanya penyelidikan terpisah terkait bagaimana pihak berwenang menangani kasus itu yang pada mulanya telah digugat sejak satu dekade lalu di Florida.

Kasus Epstein yang menghebohkan publik AS ini juga telah membuat Menteri Tenaga Kerja AS, Alexander Costa mengundurkan diri. Dia mundur setelah mendapat kritikan karena mengawasi kesepakatan itu saat ia menjadi pengacara di Miami.

Selain itu, seperti dilansir BBC, dua sipir penjara yang bertugas saat Epstein bunuh diri, telah dibebastugaskan. Sementara kepala sipir dimutasi ke tempat lain.

Pengacara Epstein pun menyatakan bahwa dakwaan baru di New York telah ditutupi oleh kesepakatan pembelaan pada 2008, dan Epstein pun tidak memiliki kontak terlarang dengan gadis di bawah umur sejak menjalani hukuman 13 bulan di Florida satu dekade lalu.***

Bagikan: