Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Puncak Haji, Calon Haji Hanya Bisa Berjalan Kaki Menembus Kepadatan Makkah

Siska Nirmala
UMAT muslim berdoa di tengah hujan saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Sabtu, 10 Agustus 2019. Jutaan jamaah haji seluruh dunia mulai berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan salah satu rukun haji. */ANTARA
UMAT muslim berdoa di tengah hujan saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Sabtu, 10 Agustus 2019. Jutaan jamaah haji seluruh dunia mulai berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan salah satu rukun haji. */ANTARA

MAKKAH, (PR).- Jamaah haji hanya bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain di Kota Makkah dengan berjalan kaki pada masa puncak prosesi ibadah haji dan Iduladha, ketika kepadatan jalan-jalan di Kota Suci juga mencapai puncak.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, bagian depan Kantor Urusan Haji Indonesia di Syisyah, Makkah, Senin, 12 Agustus 2019, ramai dan padat bahkan sejak dini hari.

Anggota jamaah haji banyak yang memilih mabit atau bermalam di sekitar Terowongan King Fahd yang mengarah langsung ke tenda-tenda di Mina.

Sampai pukul 02.00, banyak orang yang memilih tidur di jalan-jalan dekat Mina yang memang sudah ditutup untuk kendaraan. Di antara mereka ada yang menggelar tikar, bahkan mendirikan tenda, di taman kota.

Lalu lintas Kota Makkah juga bisa dikatakan lumpuh sejak Iduladha tiba. Jutaan orang dari berbagai bagian dunia berkumpul di Arafah, Mina, dan Muzdalifah untuk melakukan rangkaian ibadah haji.

Kota Makkah padat. Hanya kendaraan yang berstiker khusus yang bisa leluasa bergerak.

Kemacetan parah terjadi di banyak tempat sehingga jalan kaki menjadi satu-satunya pilihan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Amirul Hajj dan petugas haji Indonesia pun berjalan kaki puluhan kilometer untuk melayani jamaah.

"Saya berjalan kaki ke Jamarat untuk lempar jumrah, setelah itu lanjut jalan kaki ke Mina, ke Tenda Misi Haji Indonesia," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selaku Amirul Hajj.

Bersama delegasi Amirul Hajj, dia total berjalan kaki setidaknya 6,5 kilometer, menempuh perjalanan dari Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah di Syisyah hingga Jamarat yang jaraknya tiga kilometer, lalu jalan 3,5 kilometer dari Jumarat menembus terowongan Moasheim di Mina sampai ke Maktab 51 tempat Tenda Misi Haji Indonesia berada.

Sebagian besar jamaah berada di Mina saat Iduladha tiba. Mereka menjalankan rangkaian puncak ibadah haji. Petugas haji pun harus berjalan kaki hingga 30 kilometer dalam sehari untuk melayani jamaah.

Tahun ini sekitar 3,5 juta orang dari berbagai negara di dunia berkumpul di Makkah untuk menunaikan ibadah haji, termasuk 231.000 orang dari Indonesia. Anggota jamaah haji Indonesia tercatat sebagai yang paling banyak di dunia.***

Bagikan: