Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Jelang Iduladha, Kembali Terjadi Penembakan di Masjid

Tim Pikiran Rakyat
POLISI mengatakan tersangka tampaknya bertindak sendirian.*/REUTERS
POLISI mengatakan tersangka tampaknya bertindak sendirian.*/REUTERS

OSLO, (PR).- Seorang pria ditangkap di Norwegia setelah terjadi penembakan di dalam sebuah masjid pada hari Sabtu 10 Agustus 2019. Penembakan itu menyebabkan satu orang terluka.

Polisi mengatakan seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Al-Noor Islamic Centre, di dekat ibu kota Oslo.

Belakangan, seorang wanita ditemukan tewas di rumah tersangka, kata polisi.

Asisten kepala polisi Rune Skjold mengatakan bahwa tersangka "berusia sekitar 20 tahun, seorang warga Norwegia dari daerah setempat." Ia menambahkan bahwa pria itu sekarang dicurigai telah membunuh seorang kerabatnya.

"Kami menganggap ini kematian yang mencurigakan... Orang yang meninggal itu terkait dengan orang yang ditangkap sebelumnya hari ini," ujarnya.

Polisi mengatakan pria itu bertindak sendiri ketika menyerang masjid.

Direktur masjid mengatakan kepada media setempat bahwa korban adalah seorang jemaah masjid berusia 75 tahun.

"Salah satu jemaah kami telah ditembak oleh seorang pria kulit putih yang mengenakan helm dan seragam," kata Irfan Mushtaq kepada surat kabar lokal Budstikka yang dikutip BBC.

Ia kemudian mengatakan kepada saluran televisi lokal TV2 bahwa si penyerang "membawa dua senjata mirip-shotgun dan sebuah pistol. Ia mendobrak pintu kaca dan melepaskan tembakan."

Pria bersenjata itu, yang mengenakan pelindung tubuh, diserbu oleh orang-orang di masjid sebelum polisi tiba di tempat kejadian, tambah Mushtaq.

Sumber di kepolisian mengatakan kepada penyiar publik NRK bahwa beberapa senjata ditemukan di dalam masjid, yang terletak di kota Baerum, menyusul penembakan itu.

Masjid itu sebelumnya menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan setelah seorang pria bersenjata membunuh 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, awal tahun ini, menurut kantor berita Reuters.***

Bagikan: