Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 28.1 ° C

Angin Topan Picu Longsor, 13 Orang Tewas

Tim Pikiran Rakyat
ANGIN Topan Lekima membawa banjir bandang ke Zhejiang.*/REUTERS
ANGIN Topan Lekima membawa banjir bandang ke Zhejiang.*/REUTERS

SHANGHAI, (PR).- Sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi dari rumah mereka ketika Topan Lekima menghantam Tiongkok.

Enam belas orang hilang setelah terjadi tanah longsor yang dipicu oleh badai, lansir media pemerintah.

Topan Lekima mendarat pada Sabtu dini hari 10 Agustus 2019 di Wenling, yang terletak di antara Taiwan dan ibukota finansial Tiongkok, Shanghai.

Badai itu awalnya disebut sebagai "topan super", tapi sedikit melemah sebelum mendarat — ketika kecepatan anginnya 187km/jam.

Bencana tanah longsor yang fatal terjadi di Wenzhou, di dekat badai itu mendarat, kata media pemerintah yang dilansir BBC.

Lekima sekarang perlahan-lahan berliku ke utara melalui provinsi Zhejiang, dan diperkirakan akan melanda Shanghai, yang memiliki populasi lebih dari 20 juta jiwa.

Petugas penanggulangan bencana berjuang untuk menyelamatkan para pengendara yang terjebak air bah. Pohon-pohon tumbang dan terjadi pemadaman listrik yang meluas.

Pihak berwenang di Shanghai membatalkan lebih dari seribu penerbangan dan membatalkan layanan kereta api, seiring kota itu bersiap menghadapi badai.

Badai diperkirakan akan semakin melemah pada saat mencapai Shanghai, tetapi masih akan membawa risiko tinggi banjir yang berbahaya.

Evakuasi

Pemerintah kota telah mengungsikan sekitar 250.000 penduduk. Sekitar 800.000 lainnya di provinsi Zhejiang juga dievakuasi dari rumah mereka.

Diperkirakan 2,7 juta rumah di wilayah itu kehilangan daya karena kabel listrik jatuh akibat angin kencang, kata media pemerintah China.

Ini adalah angin topan kesembilan yang melanda China tahun ini, kata kantor berita Xinhua — tapi badai terkuat dalam beberapa tahun.

Badai itu awalnya diberi peringatan cuaca tingkat tertinggi di China tapi kemudian tingkatnya diturunkan menjadi "oranye".

Prakiraan cuaca di China mengatakan badai bergerak ke utara dengan kecepatan 15 km/jam (9 mph).

Badai sebelumnya melewati Taiwan, menyerempet ujung wilayah utaranya dan menyebabkan sejumlah warga terluka serta beberapa kerusakan properti.

Datang hanya sehari setelah gempa bermagnitudo enam, para ahli memperingatkan bahwa kombinasi gerakan bumi dan hujan lebat meningkatkan risiko tanah longsor.

Lekima adalah salah satu dari dua topan di Pasifik barat saat ini.

Lebih jauh ke timur, Topan Krosa menyemai hujan lebat di Kepulauan Mariana Utara dan Guam. Badai ini bergerak ke arah barat laut dan bisa menghantam Jepang pada pekan depan, menurut prakiraan cuaca.***

Bagikan: