Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Pernah Dihancurkan, Trem Kini Akan Dihidupkan Kembali

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi transortasi trem.*/RAFAEL MARCHANTE/REUTERS
FOTO ilustrasi transortasi trem.*/RAFAEL MARCHANTE/REUTERS

SYDNEY, (PR).- Pada akhir 1950-an Sydney memutus jaringan tremnya, yang pernah menjadi salah satu jaringan terbesar di dunia.  Hampir 1.000 trem  dibawa ke bengkel-bengkel di pinggiran kota dan bagian-bagiannya dilucuti untuk dijual, sebelum dijungkirbalikan, disiram dengan minyak bah lalu dibakar.

Sekarang trem telah  kembali, tetapi Sydney juga harus susah payah membangun kembali dari bagian sistem lama. Pembangunan kereta ringan dengan jarak 12,8 km dari Circular Quay ke Randwick dan Kingsford diperkirakan akan menelan biaya sebesar 2,7 miliar dolar. Hal ini telah menyebabkan kesengsaraan terhadap  toko-toko dan bisnis lain.

Sekitar satu dekade sebelum penutupannya, sistem trem Sydney telah melayani sekitar 400 juta perjalanan pada penumpang per tahun  sejauh lebih dari 250 km, yang utamanya melayani pinggiran timur, selatan, dan barat daya, dan membentang sejauh utara Narrabeen di puncaknya. 

Namun, ledakan  lalu lintas kendaraan mobil pada tahun-tahun pascaperang, membujuk pemerintah New South Wales bahwa jalan bebas hambatan di perkotaan merupakan cara untuk mencapai masa depan yang cerah (Jalan Tol Cahill merupakan jalan tol pertama di Australia yang dibuka pada tahun 1958), dan trem menjadi penghalang untuk visi itu.

Penghancuran jaringan trem di pertengahan 1950-an terjadi dengan cepat dan brutal. Pada tahun 1958, depot Benteng Macquarie di Circular Quay dihancurkan untuk membuka jalan bagi Gedung Opera, dan jalur di sepanjang George Street dihancurkan. Trem terakhir di Sydney dioperasikan pada tanggal 25 Februari 1961 dari Hunter Street ke La Perouse (sepanjang rute yang sama yang sekarang sedang dibangun kembali).

Vandalisme

Mathew Hounsell, seorang konsultan riset senior di Institute for Sustainable Futures di University of Technology, Sydney, menganggap bahwa penghancuran jaringan itu merupakan  “Vandalisme terorganisir terbesar dalam sejarah bangsa kita”.

Dia mengatakan keputusan yang dibuat pada 1950-an bisa memicu masalah dalam jangka waktu panjang. Dia juga mengatakan, dengan ketidakadaan trem, penggunaan mobil pribadi akan menjolak sehingga dapat memperburuk kondisi lalu lintas.

Orang- orang yang merencanakan penghancuran sistem trem ini, sangat mudah terpengaruh oleh  efek internasional yang kuat, yang menyebabkan meningkatnya kepemilikan mobil pribadi di Australia.

Pada tahun 1949 tiga perwakilan Dewan Transportasi Penumpang London merekomendasikan kepada pemerintah NSW bahwa Sydney untuk  membatalkan pesanan 250 trem baru dan mengganti seluruh sistem dengan bus pada tahun 1960. Tiga tahun kemudian Alec Valentine, presiden British Institute of Transport, datang ke Sydney dan mengulangi pesannya.

Dia memeberi saran “London  menyelesaikan masalah lalu lintas dengan mengganti trem dengan bus, dan Sydney harus melakukan hal yang sama.”

David Critchley dari Museum Trem Sydney berkata “Terlalu banyak trem, menggambarkan sesuatu yang sudah tua dan ketinggalan zaman, dan mereka mencari sesuatu yang baru, terutama setelah perang.”

Dalam buku soal sejarah trem Sydney, Shooting Through, Caroline Butler-Bowdon dan Annie Campbell memperkuat bagaimana pemikiran tentang trem dan mobil menjadi simbolisme yaitu trem sebagai "hal yang  remeh dan sentimental di zaman kecepatan dan kemahiran yang efisien" dan mobil sebagai simbol dari "modernitas dan kemajuan"

Relatif datar

Berbeda dengan Sydney yang mengikuti kota-kota lain menghapuskan sejarah trem mereka, Melbourne justru malah tidak mengikuti tren itu. Sejarawan Universitas Queensland Peter Spearritt mengungkapkan, ada sejumlah alasan untuk itu. Salah satunya ialah karena Melbourne merupakan kota yang relatif datar, dengan jalan-jalan yang sangat lebar yang ditata pada masa kolonial, membuat trem “sesuai dengan topografi”. 

Pengamat perkotaan seperti Valentine berpendapat bahwa Sydney sangat tidak cocok untuk trem karena sempitnya jalan-jalannya, tetapi Mathew Hounsell menentang pendapat tersebut.

“Jalanan seperti di Porto, Istanbul, Praha, dan banyak kota yang masih menjalankan trem sekarang, mereka jauh lebih sempit. Pada dasarnya, sebagian besar jalan-jalan Sydney yang dilalui trem merupakan jalan-jalan yang cukup luas.”

Beberapa pengingat besar yang mengejutkan dari jaringan Sydney masih dapat dilihat, seperti trem di sebelah stasiun kereta Newtown, yang entah bagaimana bertahan dan tak tersentuh selama beberapa dekade. Tetapi, sebagian besar dihancurkan bukan ditinggalkan.

Pada tahun 1949 bagian dari jalur dari kota ke Teluk Watsons ditutup, namun dibuka kembali dalam waktu satu tahun berkat protes yang terorganisir dengan baik dari penduduk pinggiran kota yang makmur. Untuk menghindari pengulangan dari konflik-konflik ketika penutupan grosir dimulai pada tahun 1955, kabel trem dilepaskan semalam setelah layanan terakhir berjalan, dan trekpun akhinya terputus.

Diperkirakan ada serangan ideologis yang ingin menghancurkan, melenyapkan, dan menghilangkan sejarah trem

Pembakaran trem di Randwick berhasil menghilangkan bukti, dan mungkin menghilangkan memori sistem populer dari kesadaran Sydneysiders.

David Critchley berkata “Dalam konteks waktu, membakar benda-benda untuk menyingkirkannya bukanlah peristiwa yang tidak biasa.”***

Bagikan: