Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Melayani Warga di KBRI Adalah Pekerjaan Mulia

Erwin Kustiman
null
null

SEOUL, (PR).- Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana menegaskan merupakan pekerjaan sangat mulia melayani warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan. Untuk itu lakukanlah dengan sepenuh hati. Jangan sampai ada yang kecewa karena merasa tidak dilayani dengan baik.

Penegasan itu disampaikan Dr Aqua pada Kamis siang, 1 Agustus 2019 kemarin saat sharing Komunikasi dan Motivasi di KBRI Seoul. Motivator internasional itu menyampaikan materi berjudul Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Pegawai KBRI Seoul Untuk Memberikan Layanan Prima.

Acara yang dihadiri puluhan pegawai KBRI Seoul itu termasuk para diplomat, dibuka dan ditutup oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Koea Selatan Umar Hadi. Berlangsung lebih dari tiga jam dan semua peserta antusias sekali. Dr Aqua melanjutkan bersyukurlah semua pegawai KBRI Seoul karena di antara KBRI di seluruh dunia, termasuk yang diperhitungkan. Apalagi tahun lalu Duta Besarnya Umar Hadi terpilih sebagai Duta Besar Terbaik atau 2018 Best Ambassador Award. 

Mantan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan Park Ho-goon yang menjadi Ketua Komite Organisasi The 2018 Korea First, World Best Awards menyerahkan penghargaan kepada Umar Hadi di gedung Parlemen Korea Selatan, Kamis, 21 Juni 2018. "Karena Duta Besarnya adalah yang terbaik maka semua pegawai KBRI Seoul harus menunjukkan kinerjanya secara optimal. Selagi Pak Umar Hadi bertugas di Korea Selatan, banyaklah belajar pada beliau. Jadikan sebagai role model," saran Staf ahli Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia bidang Komunikasi Publik ini.

Terhormat sebagai Pelayan

Terkait dengan aktivitas melayani, Dr Aqua mencontohkan dirinya yang selama sharing Komunikasi dan Motivasi di KBRI Seoul menjadi pelayan untuk semua peserta. Dia merasa terhormat melakukan itu apalagi mereka adalah orang-orang pilihan yang bekerja di KBRI Seoul.

Mantan wartawan di banyak media tersebut menegaskan bahwa sebagai pelayan dirinya  sama sekali tidak merasa hina. Justru senang mendapatkan amanah untuk berbagi pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman.

"Di Indonesia banyak orang yang pakar di bidangnya masing-masing termasuk sebagai pakar Komunikasi. Tapi tidak banyak yang punya kesempatan seperti saya yakni sharing di KBRI Seoul. Tanpa undangan dan ijin dari Pak Umar Hadi tentunya saya ngga bisa jadi narasumber di sini," ujar Dr Aqua.

Doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini menambahkan setiap orang baik WNI maupun WNA yang datang ke KBRI Seoul umumnya membutuhkan bantuan. Untuk itu tanpa melihat latar belakang mereka, bantulah secara optimal tanpa pamrih. Carilah solusi terbaik jika ada masalah.

Targetnya, kata Dr Aqua, setiap mereka meninggalkan KBRI Seoul masalahnya sudah selesai. Jika pun belum, ada target waktu untuk penuntasannya. Jadi ada kepastian.

Pembicara di banyak institusi ini mengungkapkan bahwa semua pegawai KBRI Seoul harus jadi teladan. Keberadaan mereka tidak hanya mewakili diri sendiri tapi membawa nama bangsa dan negara Indonesia.

"Untuk itu selalulah menjaga tutur kata dan tingkah laku selama bertugas di Korea Selatan.  Sesama pegawai agar saling mengingatkan tentang hal ini. Jangan marah jika diingatkan temannya. Justru berterima kasih," ujar penulis buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, yang sudah memberangkatkan ratusan orang umroh ini.

Kesenian Tradisional Indonesia

Menjawab pertanyaan salah seorang peserta tentang makin berkurangnya pekerja migran Indonesia (PMI) yang tertarik untuk ikut main berbagai alat musik tradisional Indonesia karena terpengaruh budaya Korea, Dr Aqua mengatakan tidak perlu kecil hati. Justru hal ini jadi tantangan tersendiri untuk mencari solusinya.

Strategi yang disarankan Bapak dua anak ini adalah dengan menginfokan sebanyak-banyaknya manfaat yang bakal diperoleh jika mendalami kesenian tersebut. Semakin banyak benefitnya tambah baik sebab orang yang ditawari biasanya akan tertarik.

"Selain itu sampaikan bahwa pemain musik tradisional Indonesia di Korea Selatan jumlahnya terbatas sekali sehingga kalau tampil pasti banyak penontonnya. Kegiatan ini mulia sekali karena memperkenalkan kesenian Indonesia di luar negeri khususnya Korea Selatan," pungkas Dr Aqua.

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari Umar Hadi ke Dr Aqua. Dilanjutkan dengan foto bersama. Sebagian pegawai KBRI Seoul minta foto selfie. Dengan sabar penulis banyak buku itu melayani mereka.

Sebelum acara Dr Aqua yang didampingi istri Retno Setiasih dan putra bungsunya Savero Karamiveta Dwipayana dijamu makan siang oleh Umar Hadi di Wisma Duta yang letaknya satu komplek dengan KBRI Seoul. Mereka menikmati aneka makanan khas Indonesia sambil ngobrol santai.***

Bagikan: