Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 19.3 ° C

Kim Jong-un Naik Pitam

Tim Pikiran Rakyat
KIM Jong-un sebelumnya menunjukkan kemarahan dengan menyebut latihan tahunan dan akan berlangsung hingga bulan depan itu sebagai persiapan untuk perang.*/REUTERS
KIM Jong-un sebelumnya menunjukkan kemarahan dengan menyebut latihan tahunan dan akan berlangsung hingga bulan depan itu sebagai persiapan untuk perang.*/REUTERS

PYONGYANG, (PR).- Korea Utara telah menembakkan dua rudal balistik jarak pendek di wilayah perairan pantai timurnya, yang menurut militer Korea Selatan, merupakan peluncuran kedua dalam sepekan.

Kedua rudal itu diluncurkan dari wilayah Wonsan pada Rabu 31 Juli 2019 pagi.

Peluncuran rudal Korut pada minggu lalu merupakan aksi pertama semenjak Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu pada Juni lalu.

Korea Utara menyebut peluncuran rusak tersebut sebagai "peringatan serius" kepada Seoul terhadap rencana latihan militernya dengan Washington.

Sebelumnya, Kim Jong-un menunjukan kemarahan dengan menyebut latihan tahunan dan akan berlangsung hingga bulan depan itu sebagai persiapan untuk perang.

Rudal tersebut diluncurkan pada pukul 05:06 dan 05:27 waktu setempat dari wilayah Kalma tidak jauh dari pelabuhan Wonsan, Korut.

Rudal itu terbang sejauh 250km dan mencapai ketinggian 30km sebelum menghunjam di Laut Jepang, yang juga dikenal sebagai Laut Timur, kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

Menteri pertahanan Korea Selatan, Jeong Kyeong-doo mengatakan, rudal itu diidentifikasi sebagai tipe yang berbeda dari model sebelumnya.

Tidak ada dampak

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengkonfirmasi bahwa tidak ada dampak terhadap keamanan Jepang setelah peluncuran tersebut.

Enam hari yang lalu, Korea Utara menembakkan dua rudal jarak dekat, satu di antaranya menempuh jarak 690km dan lainnya 430 km.

Peluncuran itu adalah yang pertama semenjak Trump dan Kim menggelar pertemuan mendadak pada Juni di zona demiliterisasi (DMZ), teritori yang memisahkan kedua Korea, di mana mereka sepakat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi.

Pyongyang baru-baru ini lagi menyuarakan kemarahan atas rencana latihan militer antara Korea Selatan dan AS, kegiatan rutin tahunan yang berulangkali ditolak untuk dibatalkan, walaupun telah menurun intensitasnya secara signifikan.

Walaupun AS dan Korea Selatan menolak membatalkan latihan militer, seorang pengamat mengatakan skala latihannya dapat diturunkan.

"Korea Utara jelas marah karena AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer. Mereka akan melampiaskannya dengan uji coba rudal... dalam beberapa hari ke depan, sebelum latihan bersama itu dimulai awal Agustus," kata Harry Kazianis dari Centre for National Interest di Washington.

"(Peluncuran rudal) itu merupakan pesan kepada Washington dan Seoul: hentikan latihan bersama atau kita akan terus memamerkan kemampuan militer ofensif kita sendiri," jelasnya seperti dikutip BBC.

Pelanggaran semangat

Korea Utara menyebut latihan militer AS-Korsel itu sebagai "pelanggaran semangat" dari pernyataan bersama yang ditandatangani Trump-Kim pada pembicaraan tatap muka pertama mereka di Singapura tahun lalu.

Pyongyang juga telah memperingatkan latihan militer itu dapat mempengaruhi upaya dimulainya kembali perundingan denuklirisasi.

Sementara, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Senin bahwa ia berharap pembicaraan ini dapat dimulai "segera", tetapi tidak ada KTT lebih lanjut yang direncanakan.

Tahun lalu, Kim mengatakan Korea Utara akan menghentikan uji coba nuklir dan tidak akan lagi meluncurkan rudal balistik antar benua.

Namun, kegiatan nuklir tampaknya terus berlanjut, dan gambar satelit dari situs nuklir utama Korea Utara bulan lalu menunjukkan adanya aktivitas, yang menunjukkan bahwa negara itu dapat memproses ulang bahan radioaktif menjadi bahan bakar bom.

Pyongyang juga terus menunjukkan kemampuannya untuk mengembangkan senjata baru meskipun ada sanksi ekonomi yang ketat.

Negara ini sebelumnya juga meluncurkan rudal jarak pendek serupa pada Mei, yang merupakan uji coba pertama sejak peluncuran rudal balistik antar benua pada 2017.

Korea Utara juga memamerkan kapal selam baru pada pekan lalu, yang menurut pejabat Korea Selatan, mampu membawa hingga tiga rudal balistik.***

Bagikan: