Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Indonesia Perjuangkan Kuota Haji Hingga Seperempat Juta Orang

Yusuf Wijanarko
Masjidil Haram di Mekah Arab Saudi dipenuhi calon haji/REUTERS
Masjidil Haram di Mekah Arab Saudi dipenuhi calon haji/REUTERS

MEKKAH, (PR).- Indonesia sedang memperjuangkan kuota haji hingga mencapai 250.000 orang . upaya itu dilakukan melalui jalur diplomasi haji yang terus dijajaki dengan Pemerintah Arab Saudi.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel di Mekkah, Selasa 30 Juli 2019 waktu setempat mengatakan, Indonesia sedang memperjuangkan kuota haji bertambah 19.000 orang dari tahun ini yang sudah mencapai 231.000 orang.

"Alhamdulillah, tahun ini Indonesia mendapat tambahan 10.000 sehingga jumlah kuota 231.000," kata dia kepada Antara.

Kuota 231.000 orang tahun ini telah ditetapkan sebagai kuota haji permanen bagi Indonesia. Namun, angka itu masih diharapkan bertambah hingga 250.000 sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Dia mengatakan, untuk diplomasi haji di Arab Saudi, setidaknya melibatkan 15 lembaga termasuk Kemenlu, Kemendagri, Kementerian Haji dan Umrah, dan lembaga lainnya.

Menurut dia, haji merupakan diplomasi yang begitu dahsyat karena melibatkan dialog antarperadaban, dialog antarbudaya, dan dialog antarkultur.

Arab Saudi mulai menebarkan dan menguatkan bahwa Islam merupakan agama yang moderat dan hal itu menjadi ada titik temu dengan Indonesia.

"Indonesia sudah begitu expert dalam menegakkan Islam moderat ini bahwa Islam hanya mengenal satu bahasa yaitu bahasa perdamaian," katanya.

Diimbangi fasilitas

Oleh karena itu, terkait diplomasi penambahan kuota haji, dia berpendapat bahwa hal itu merupakan tugas bersama, khususnya Kementerian Agama dengan KBRI.

"Kami akan melakukan pendekatan-pendekatan dengan Arab Saudi. Bertambahnya kuota harus diimbangi fasilitas yang ada di Arab Saudi. Arab Saudi begitu serius membuat semacam terobosan dan inovasi, salah satunya adalah inovasi toriq Makkah atau Mekkah Road. Indonesia menjadi penikmat pertama tahun lalu," katanya.

Sekarang, kata dia, ada 5 negara yaitu Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Tunisia, dan Indonesia yang mendapat keistimewaan khusus dari Arab Saudi terkait dengan pelayanan haji.

"Memang beberapa kali kami bertemu dengan petinggi-petinggi Arab Saudi. Indonesia dijadikan role model sebagai percontohan haji karena Arab Saudi sudah memberikan label bahwa calon haji Indonesia paling disiplin dan sopan," katanya.

Bahkan, Gubernur Madinah memberikan apresiasi bahwa calon haji Indonesia adalah yang paling rapi, tertib, dan disiplin.***

Bagikan: