Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sebagian berawan, 21 ° C

Israel Kembali Gusur Rumah Warga Palestina

Huminca Sinaga
Palestina/REUTERS
Palestina/REUTERS

JERUSALEM, (PR).- Militer Israel mulai menggusur puluhan rumah penduduk Palestina di kawasan Jerusalem Timur pada awal pekan ini.

Dilansir NBC News, penghancuran itu mengakhiri 'perjuangan' hukum bertahun-tahun atas sejumlah bangunan tersebut. Kawasan pemukiman yang menjadi sengketa itu, dibangun di sepanjang garis tak kasat mata yang memisahkan Jerusalem dan Tepi Barat yang diduduki.

Otoritas Israel mengatakan, bangunan tersebut didirikan terlalu dekat dengan batas pemisah Tepi Barat. Sementara, warga mengatakan bahwa bangunan tersebut berada di tanah Tepi Barat, dan otoritas Palestina telah memberikan izin mendirikan bangunan.

Keputusan Mahkamah Agung baru-baru ini telah dijadikan alasan bagi militer Israel mengusur warga Palestina pada Senin malam.

Dilansir NBC News, kendaraan konstruksi alat berat menghantam atap dari beberapa bangunan, dan ekskavator besar membersihkan puing-puing.

Sementara itu, Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan mengatakan bahwa Mahkamah Agung mengatur pembangunan ilegal “merupakan ancaman keamanan yang parah dan dapat memberikan perlindungan bagi para pelaku bom bunuh diri dan teroris lainnya yang bersembunyi di pemukiman penduduk.”

Dia mengatakan bahwa mereka yang mendirikan bangunan di sepanjang penghalang, “mengambil risiko ke jalur hukum.”
Berdasarkan data PBB, sekitar 20 warga Palestina bersedia tinggal di bangunan yang telah dipindahkan. Sementara 350 pemilik rumah yang sedang dibangun dan belum berpenghuni, juga terkena imbasnya.

Hussein al-Sheikh, menteri urusan sipil otoritas Palestina, menyebutkan bahwa penggusuran pada hari Senin merupakan “tindak kejahatan” dan menuntut campur tangan internasional.

Otoritas Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza menyerukan warga untuk mengintensifkan “perlawanan” terhadap “proyek pemukiman Zionis.”

“Meningkatnya kejahatan pendudukan melawan warga kota suci Jerusalem adalah bentuk dari dukungan penuh Amerika,”  ujar jubir Hamas, Hazem Qassem.

Israel menduduki Jerusalem timur dan Tepi Barat pada 1967 dalam perang Timur Tengah. PBB menganggap kedua wilayah tersebut sebagai wilayah pendudukan, dan Palestina mencari wilayah itu sebagai bagian dari negara medeka di masa depan.

Israel menganeksasi Jerusalem Timur dan menganggapnya bagian dari ibukotanya – sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. Namun, klaim yang bersaing untuk wilayah tersebut telah menciptakan segudang kompleksitas hukum.

Israel membangun batas pemisah pada awal tahun 2000-an untuk menghalangi pelaku bom bunuh diri dari pemukiman Palestina di Tepi Barat untuk mencapai Israel.

Warga Palestina mengatakan bahwa bangunan tersebut berada di tanah illegal yang dirampas karena batasnya ada di beberapa tempat di Tepi Barat. Sur Baher merupakan salah satu dari tempat tersebut. 

Berdasarkan dokumen pengadilan, Israel sempat bernegosiasi dengan penduduk Palestina soal tanah illegal yang dirampas itu. ***

Bagikan: