Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Jepang dan Korea Masih Berselisih Soal Pekerja Paksa

Huminca Sinaga
ILUSTRASI bendera Jepang dan Korea Selatan.*/ILUSTRASI
ILUSTRASI bendera Jepang dan Korea Selatan.*/ILUSTRASI

TOKYO, (PR),- Jepang akan membawa perselisihan pekerja paksa Korea Selatan pada masa perang lalu ke Mahkamah Internasional. 

NHK melaporkan bahwa langkah ini diambil lantaran batas waktu untuk arbitrase oleh pihak ketiga telah berakhir pada hari Kamis 18 Juli 2019 lalu.

Seperti dilansir CNA, Senin 22 Juli 2019, permasalahan kompensasi bagi tenaga kerja Korea Selatan selama pendudukan Jepang di semenanjung Korea tahun 1910-1945 ini, telah memperburuk hubungan Jepang-Korea Selatan selaku sekutu AS, bahkan yang terburuk adalah ketika Jepang membatasi ekspor bahan teknologi tinggi ke Korea Selatan pada bulan ini.

Mahkamah Agung Korea Selatan tahun lalu telah memerintahkan dua perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi kepada para pekerja masa perang Korea Selatan, keputusan tersebut menurut Jepang telah melanggar hukum internasional. Jepang meyakini masalah kompensasi ini telah diselesaikan berdasarkan perjanjian tahun 1965.

Jepang telah mencetuskan adanya proses arbitrase oleh pihak ketiga tanpa kesepakatan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Tawaran ini ditolak oleh Korea Selatan dan batas waktunya adalah hari Kamis (18/7/2019).

Media Jepang NHK menyebutkan, begitu tenggat waktu berakhir, Jepang akan terus mendesak Seoul untuk mengajukan proposal guna mengakhiri perselisihan ini, mereka juga mempersiapkan langkah lain yaitu membawa masalah ini ke Mahkamah Internasional.

Akan tetapi, seperti dilansir Kyodo, kasus tersebut tidak dapat disidangkan tanpa persetujuan dari Korea Selatan. 

Kontrol ekspor

Jepang awalnya mengatakan, perselisihan mengenai kompensasi para pekerja paksa ini berbeda dengan kerusakan kepercayaan dengan Korea Selatan ketika mengumumkan kontrol ekspor yang lebih ketat bulan ini. 

Tokyo menekankan bahwa kontrol itu bukan pembalasan atas perselisihan pekerja paksa.Dalam sebuah laporan terpisah yang dikutip Kyodo, pemerintah Jepang mengatakan bahwa pihaknya  akan menolak permintaan Seoul untuk menggelar pertemuan kerja membahas masalah perdagangan di antara kedua negara.

Korea Selatan telah meminta sekutunya Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan dengan Jepang, memperingatkan ancaman soal persediaan chip memori dan ponsel pintar secara global.

Pejabat senior pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa pembatasan ekspor dapat merugikan perusahaan teknologi global termasuk operasi Samsung di ibukota negara bagian Texas, Austin.

Selama kunjungan ke Seoul pekan lalu, David Stilwell, diplomat top AS untuk Asia Timur, mengatakan, Amerika Serikat akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu. Namun, dia tidak menjelaskan tentang langkah-langkah apa yang akan diambil dalam menyelesaikan konflik Korsel-Jepang.***

Bagikan: