Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

200 Siput Balapan Sepanjang 33 Centimeter, Berapa Waktu Tercepatnya?

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi siput.*/ANTARA
FOTO ilustrasi siput.*/ANTARA

CONGHAM,  (PR),- Lebih dari 200 siput beradu cepat dalam kejuaraan dunia tahunan yang digelar di Desa Congham provinsi Nortfolk Inggris pada akhir pekan lalu.

Seperti dilansir laman Channel News Asia, Senin 22 Juli 2019, kejuaraan makhluk gastropoda yang digelar sejak tahun 1960-an ini, dilakukan di atas meja yang sebelumnya telah dialasi kain lembab di atasnya.

Tiga buah lingkaran dibuat di atasnya, siput-siput tersebut ditempatkan di tepi garis paling tengah yang merupakan garis awal. Siput pertama yang keluar garis paling luar adalah pemenangnya.

Para peserta bisa membawa sendiri siput peliharaannya atau memilih salah satu siput dari panitia pada hari perlombaan.

Babak penyisihan diadakan pada sore hari, dan diakhiri dengan babak final, yang diikuti pemenang dari setiap balapan penyisihan.

Masih dilansir laman Channel News Asia (CNA), seorang guru bahasa Inggris Maria Welby dari kota Grantham, provinsi Lincolnshire, menjadi pemenang setelah siput pilihannya, Sammy menjadi yang pertama melewati garis akhir. Sammy menempuh waktu 2 menit 38 detik.

Pada tahun 1995, Rekor Dunia Guinness mencatat siput tercepat  yang bernama Archie, berhasil menyelesaikan balapan sepanjang 33 centimeter dengan waktu  2 menit  20 detik.

“Saya sangat senang, tadi pagi saya hanyalah wanita biasa, tapi sekarang saya adalah pemilik sang juara dunia,” kata Welbey, seperti dilaporkan dalam situs resmi kejuaraan siput.

Sementara Neil Riseborough, pelatih siput sangat senang dengan kemenangan Sammy.  “Hari ini adalah hari yang fantastis. Balapannya benar-benar luarbiasa, yang terbaik dalam satu dekade ini. Saya merasa sangat bersemangat sepanjang waktu," ujarnya.

Setidaknya 250 siput bertanding pada tahun ini dan 13 siput berhasil mencapai final.

Kejuaraan ini digelar sebagai bagian dari acara perayaan setempat. Para peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar 20 penny atau sekitar 3.500 rupiah per siput. Semua uang yang terkumpul tersebut akan disalurkan ke badan amal setempat.

Kejuaraan Dunia selanjutnya akan digelar pada bulan Juli tahun 2020 mendatang.***

Bagikan: