Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Kaki Calon Haji Banyak yang Melepuh di Masjidil Haram, Merasa Biasa ke Sawah Tanpa Sandal

Yusuf Wijanarko
Kabah/DOK. PR
Kabah/DOK. PR

RIYADH, (PR).- Telapak kaki calon haji asal Indonesia banyak yang melepuh setelah berjalan tanpa alas kaki di Masjidil Haram. Hal itu menjadi hambatan bagi rangkaian prosesi ibadah haji mereka selanjutnya.

Kepala Seksi Kesehatan Kantor Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah Muhammad Imran, Minggu 20 Juli 2019 waktu setempat mengatakan, banyak kasus telapak kaki calon haji Indonesia melepuh karena memaksakan berjalan tanpa alas kaki di kawasan di Masjidil Haram.

"Ketika sandalnya hilang, jemaah (caon haji) bilang kalau mereka di Indonesia sudah biasa berjalan tidak pakai sandal saat ke sawah dan tambak. Ternyata ketika dipaksakan, kaki mereka luka dan melepuh,” kata Imran kepada Antara.

Ia menekankan pentingnya pemakaian alas kaki bagi calon haji karena lingkungan dan kondisi yang sangat berbeda antara di Indonesia dan Arab Saudi.

“Artinya, pemahaman dan informasi kepada jemaah (calon haji) sangat penting terutama bagi mereka yang belum pernah keluar daerah dan kini langsung ke negara yang suhunya cukup tinggi. Selain itu, banyak juga jemaah (calon haji) kita yang lupa menaruh sandalnya,” katanya.

Minta sandal

Untuk itu, dia mengimbau kepada calon haji agar saat kehilangan alas kaki, untuk segera menghubungi petugas yang selalu bersiaga di pos-pos di Masjidil Haram yang berada di sekitar Hijir Ismail maupun di Pintu Utama Marwah.

Patugas Tim Gerak Cepat sudah dibekali dan memiliki persediaan alas kaki yang bisa digunakan calon haji.

Untuk mereka telapak kakinya melepuh akan diberikan obat berupa salep khusus yang diharapkan bisa mempercepat penyembuhan luka sehingga calon haji bisa kembali beraktivitas dengan baik.

 “Kalau merasa lelah, istirahat saja. Jangan seperti di Indonesia, kalau lelah tinggal duduk ngopi sebentar. Kalau di sini tidak bisa, harus benar-benar istirahat yang cukup yakni tidur karena suhu cukup tinggi tapi kelembabannya rendah sehingga kita jarang berkeringat,” katanya.

Dia mengimbau, ketika keluar pemondokan, calon haji sebaiknya menggunakan pelindung seperti payung, dan pelembab agar kulit tidak kering.***

Bagikan: