Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Salju Buatan Solusi Runtuhnya Lapisan Es Antartika

Huminca Sinaga
GUNUNG es mengapung di Teluk Andvord, Antartika, 14 Februari 2018 lalu.*/REUTERS
GUNUNG es mengapung di Teluk Andvord, Antartika, 14 Februari 2018 lalu.*/REUTERS

LONDON, (PR).- Pemerintah mencoba mencegah lapisan es di Antartika Barat runtuh ke laut, dan menenggelamkan kota-kota di pesisir dengan menyelimutinya dengan ‘salju buatan'. Demikian penelitian Institut Postdam Jerman, seperti dilansir laman Channel News Asia.

Para ilmuan percaya, pemanasan global telah menyebabkan mencairnya es di kutub selatan sehingga lapisan es raksasa tersebut terancam runtuh, yang akan menghilangkan permukaan air laut, setidaknya tiga meter dalam jangka waktu 100 tahun kedepan.

Seperti dilansir laman Channel News Asia, penulis riset tersebut memperkirakan, dengan menggunakan 12.000 turbin angin untuk memompa air laut 1.500 meter dari ke permukaan, akan membuatnya mambeku menjadi ‘salju’ yang cukup menahan lempengan es agar tidak runtuh lagi.

“Kita telah membangunkan raksasa di kutub selatan,” tutur Andres Levermann, profesor di Institut Postdam Jerman untuk Penelitian Dampak Iklim, mengacu pada lapisan es.

“Kita berada pada titik dimana kita tidak bisa berbuat apa-apa, jika kita tidak segera bertindak,” ujar Leverman yang ikut menulis penelitian Science Advices, kepada wartawan Reuters.

"Kita bisa memulihkannya kembali ke kondisi stabil dengan tindakan kecil sekarang – atau dengan tindakan yang lebih besar nanti," ujarnya lagi.

Kekeringan, banjir, badai, dan kebakaran yang disebabkan oleh beruahan iklim yang semakin meningkat secara global, para ilmuan mulai dengan serius memikirkan solusi yang dianggap tidak praktis beberapa tahun lalu.

Mengulangi apa yang dikatakan banyak ilmuwan iklim lainnya, Leverman menuturkan, prioritas utama adalah mengurangi emisi karbon secara cepat demi memenuhi target suhu global pada perjanjian Paris 2015, yang bertujuan untuk menghindari dampak perubahan iklim yang tak terkendali.

Walaupun Leverman menyebutkan bahwa kenaikan permukaan laut secara keseluruhan mengikuti runtuhnya lapisan es di Antartika Barat, hal itu bisa jadi tidak akan terdeteksi selama ratusan tahun.

Lebih lanjut, kata Leverman, dia menerbitkan makalah tersebut atas kekhawatirannya akan nasib populasi dataran rendah.
“Kenaikan permukaan laut dari Antartika Barat akan menenggelamkan kota Hamburg, Shanghai, New York, dan Hongkong,” kata Leverman, seorang fisikawan dan ahli kelautan yang juga berafiliasi dengan Universitas Columbia, Amerika Serikat.

“Anda tidak bisa bernegosiasi dengan hukum fisika, dilemanya disitu”.

Leverman dan timnya menggunakan komputer untuk menghitung bahwa lapisan es Antartika Barat bisa distabilkan, dengan menaburkan setidaknya 7.400 gigaton salju buatan selama 10 tahun di sekitar glister Pulau Pinus dan Thwaites.***

Bagikan: