Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

Komentar Rasis Jadi Strategi Trump Hadapi Pilpres 2020

Huminca Sinaga
DONALD Trump.*/REUTERS
DONALD Trump.*/REUTERS

WASHINGTON, (PR).- Presiden AS Donald Trump dikecam atas komentarnya terhadap sejumlah anggota DPR perempuan dari Partai Demokrat. Para pengkritik menyatakan bahwa Donald Trump sedang mendukung gerakan white nationalist agenda, dan mereka bersumpah untuk mengambil tindakan tentang hal ini.

Seperti dilansir The Guardian, Selasa, 16 Juli 2019, Trump memperburuk suasana dengan menyebutkan bahwa jika tidak nyaman tinggal di Amerika, mereka bisa kembali ke negara asal. Dia juga menganggap mereka memiliki ketertarikan terhadap musuh Amerika seperti Al Qaidah.

Trump bahkan tidak khawatir melontarkan komentar rasis seperti itu di hadapan wartawan. "Itu bukan masalah bagi saya karena banyak orang yang setuju," kata Trump. 

Seperti diketahui, pada awal pekan ini, Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial lewat Twitter, yang memicu kemarahan pihak Demokrat.

Beberapa jam setelah Trump mempublikasikan cuitannya, empat anggota DPR asal Partai Demoktrat langsung merespon lewat konferensi pers. Mereka adalah Alexandria Ocasio-Cortez, Illhan Omar, Rashida Tlaib, dan Ayanna Pressley.

Mereka datang dari ras dan negara kelahiran yang beragam. Omar dan Tlaib beberapa kali menyerukan Donald Trump untuk turun dari jabatannya.

Kemudian, pada Senin sore waktu setempat, beberapa anggota dari partai Republik juga mulai berkomentar menentang cuitan Trump yang bernada rasis.

Strategi Pilpres 2020

Cuitan Donald Trump tampaknya ditunjukan untuk meningkatkan profilnya jelang pemilihan presiden pada 2020. Dia berupaya untuk mempengaruhi pendukungnya yang kebanyakan berkulit putih. Dengan ini, dia juga bisa memicu perpecahan di antara lawan-lawan politiknya.

David Axelrod, kepala strategi dari dua kampanye Barrack Obama, mengatakan, ini hanyalah strategi dari Donald Trump. “Bersiaplah, hal ini akan menjadi lebih buruk saat pemilu semakin dekat," ucap Axelrod. 

Pada cuitan awalnya, Minggu, Donald Trump mengatakan bahwa sejumlah perempuan anggota Kongres dari partai Demokrat, datang dari negara yang korup yang tidak dikelola dengan baik, serta mereka harus kembali ke tempat asal mereka.

Dia menujukan komentar tersebut kepada Ocasio-Cortez dan Omar. Namun, cuitan Trump ini juga memicu amarah Tlaib dan Pressley.

Tiga anggota DPR yang dikecam Trump berasal dari Amerika Latin sebelum bermigrasi ke AS. Sementara Omar datang sebagai pengungsi ke Amerika dari Somalia, yang saat itu sedang dilanda perang.

“Kau mempunyai seseorang yang datang dari Somalia, yang merupakan negara dengan pemerintahan yang gagal, yang pergi meninggalkan Somalia, datang ke Amerika dan sekarang menjadi anggota kongres yang tak pernah merasa bahagia," kata Trump. 

Dia menuduh anggota parlemen asal Somalia itu anti-Yahudi dan kerap menyuarakan kebencian terhadap Israel. Trump juga menuding keempat anggota DPR tersebut bisa jadi komunis.

Ocasio-Cortez membalas komentar Donald Trump dan mengatakan "empat wanita kongres harus kembali ke tempat asal mereka” merupakan perkataan para pendukung supremasi kulit putih.

“Trump merasa nyaman menuntun Partai Republik kepada rasisme, ini seharusnya jadi perhatian bagi seluruh rakyat Amerika Serikat," ucapnya.***

Bagikan: