Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Umumnya cerah, 19.6 ° C

Susu Unta Lebih Bergizi dari Susu Sapi

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi hewan unta.*/REUTERS
FOTO ilustrasi hewan unta.*/REUTERS

VICTORIA, (PR).- Lauren Brisbane adalah pemilik QCamel, satu-satunya produsen susu unta organik bersertifikat di Australia.

Susu unta telah menjadi produk industri peternakan di Australia karena permintaan produk itu tumbuh secara lokal maupun internasional.

Namun, Lauren mengatakan usaha yang dimilikinya dan dijalankan keluarganya tidak berorientasi pada keuntungan semata, tapi dimotivasi oleh cinta.

"Kami memiliki filosofi yang berbeda dalam bagaimana kami menjual produk susu," ujarnya kepada BBC.

"Ketika menjalankan usaha susu unta yang bahagia dan sehat, sangat penting bagi kita untuk benar-benar memahami dan menghormati unta. Kami melihat mereka sebagai anggota keluarga kami dan sesama anggota karyawan, bukan hanya stok atau mesin," ucapnya.

"Mereka seperti manusia, mereka semua memiliki kepribadian yang berbeda. Mereka adalah jiwa yang lembut, baik dan penuh kasih, dan sangat cerdas. Anda dapat duduk dan berbicara dengan mereka tentang apa yang sedang terjadi, dan mereka sepenuhnya mengerti," jelasnya.

"Mereka hewan besar ... tetapi jika kamu menghormati kebaikan dan kecerdasan unta, mereka mudah diajak bekerja sama," tuturnya.

Semakin banyak peternak Australia memilih untuk memelihara unta. Unta pertama kali diperkenalkan ke Australia pada tahun 1840-an untuk membantu eksplorasi pedalaman negara itu.

Sekarang diperkirakan ada lebih dari 1,2 juta unta di alam liar, yang dianggap sebagai populasi liar terbesar di dunia. Sebagian besar dari unta itu adalah unta Arab, yang memiliki satu punuk, spesies yang dipilih untuk produksi susu.

Australia juga memiliki populasi unta Bactrian yang memiliki dua punuk.

Berkembang pesat

Perusahaan susu unta pertama di Australia dibuka pada tahun 2014, dan sejak itu industri tersebut telah berkembang pesat. Perusahaan susu unta sekarang beroperasi di hampir setiap negara bagian di Australia.

Sementara produksi susu unta global didominasi oleh negara-negara di Afrika Utara dan Timur, dan Timur Tengah, sebuah laporan tahun 2016 oleh pemerintah Australia meramalkan bahwa hingga 2021 akan ada peningkatan besar dalam produksi susu unta Australia.

Pada tahun 2016 negara ini memproduksi 50.000 liter susu unta, sementara saat ini produksi susu mencapai 180.000 liter.

Megan Williams jelas membantu mendorong pertumbuhan itu. Dia dan suaminya Chris membuat toko susu di Victoria utara menjelang akhir 2014, dengan hanya tiga unta dari alam liar, yang kemudian mereka latih untuk diperah.

Lima tahun kemudian bisnis mereka - The Camel Milk Co Australia - telah pindah ke bangunan yang ukurannya lebih luas dua kali lipat. Mereka sekarang memiliki lebih dari 300 unta, dengan sekitar 60 unta yang bisa diperah.

Peternakan rata-rata menghasilkan sekitar enam liter susu per unta per hari. Sepertiga dari jumlah itu dikirim untuk pelanggan di Singapura, sementara susu segar juga susu bubuk dikirim ke Thailand dan Malaysia.

Cina dan AS memiliki pasar potensial untuk Megan, sementara produsen susu unta lainnya di Australia mengekspor susu unta ke Selandia Baru, Papua Nugini, dan Hong Kong.

"Kami menghasilkan beberapa ratus liter untuk ekspor setiap minggu, tetapi dengan adanya pasar Thailand, produksi akan benar-benar meningkat," kata Megan.

"Kami sering didekati oleh pembeli internasional. Satu hal yang unggul dari unta Australia adalah unta kami bebas dari penyakit," ujarnya.

Virus MERS

Penyakit yang Megan maksudkan adalah virus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), yang dapat menyebar pada populasi unta di Timur Tengah. Virus yang dapat menyebabkan kematian ini dapat menyebar ke manusia dari kontak dengan Unta, atau dengan mengonsumsi susu unta mentah.

Meski susu unta telah dikonsumsi oleh manusia selama lebih dari 6.000 tahun, permintaan global terhadap susu ini meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, meskipun harganya yang mahal. Satu liter susu unta pasteurisasi dijual sekitar A $ 15 (sekitar Rp 147.000) di Australia, membuatnya 12 kali lebih mahal daripada susu sapi.

Meningkatnya minat terhadap susu unta belakangan didorong keinginan konsumen yang mencari manfaat lebih dari susu.

Susu unta lebih kaya gizi daripada susu sapi, seperti dalam hal vitamin C, vitamin B, zat besi, kalsium, magnesium dan kalium.

Kelebihan lainnya, menurut penilaian pasar Pemerintah Australia 2016, adalah susu unta diyakini dapat mengurangi alergi makanan dan musiman, mengurangi ketergantungan insulin dan pengobatan diabetes, juga membantu sistem pencernaan".

Penyembuhan

Rebecca Forwood telah mengimpor susu unta Australia ke Singapura selama hampir dua tahun dan percaya akan manfaatnya. "Saya benci istilah 'superfood', tetapi produk ini adalah salah satu yang terbaik," tambahnya.

"Sejak menjualnya sendiri, rata-rata sekitar 160-200 botol dengan ukuran satu liter dalam waktu sebulan, jumlah permintaannya terus bertambah karena semakin banyak orang yang menemukan manfaat penyembuhan dari susu unta," tuturnya.

Charlene Grosse, ahli diet dan juru bicara untuk Asosiasi Diet Australia, mengatakan meski diketahui susu unta tentu saja memiliki nutrisi yang baik, lebih banyak penelitian diperlukan untuk menguji beberapa klaim tentang produk ini.

"Ketika Anda melihat susu unta, itu seperti susu sapi, sangat bergizi," katanya.

"Susu unta memiliki tingkat kolesterol dan gula yang rendah, sehingga bisa menjadi pengganti yang sehat [untuk susu sapi], tetapi yang perlu kita ketahui adalah tidak ada penelitian yang cukup saat ini untuk mendukung beberapa klaim yang dibuat tentang susu unta."

Terlepas dari perlunya penelitian lebih lanjut, Megan mengatakan satu hal yang pasti - masa depan untuk industri ekspor Australia tentu cerah. Selain susu, para peternak unta juga mulai membuat keju, produk perawatan kulit, dan cokelat yang dibuat dengan susu unta.

"Setiap minggu kami mendapat kontak dan permintaan baru, dan itu terus bertambah."

Tapi seperti apa rupa susu unta? Susu ini disebut memiliki warna dan tekstur yang sama dengan susu sapi, tetapi rasanya sedikit lebih asin.***

Bagikan: