Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Presiden Minta Wanita tak Gunakan Kontrasepsi agar Punya Banyak Anak

Huminca Sinaga
ILUSTRASI pil kontrasepsi.*/REUTERS
ILUSTRASI pil kontrasepsi.*/REUTERS

DAR es SALAAM , (PR).-  Presiden Tanzania John Magufuli menyerukan kaum wanita di negaranya untuk tidak menggunakan konstrasepsi dalam bentuk apapun. Tujuannya, agar mereka menghasilkan lebih banyak anak yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Seperti dilaporkan  Reuters, Presiden yang berkuasa sejak 2015 itu menuturkan, populasi yang tinggi dapat membangun kawasan Afrika Timur menjadi  kekuatan regional.

Sejak tahun 2015, sang presiden terus melakukan kampanye industrialisasi sebagai upaya membantu naiknya prekonomian yang rata-rata 6-7 persen dalam beberapa tahun terakhir.  Namun, dengan angka kelahiran yang lebih tinggi, Presiden Tanzania meyakini, kemajuan ekonomi akan lebih cepat.

“Jika satu negara memiliki populasi tinggi, hal tersebut membangun ekonomi. Itu sebabnya ekonomi Tiongkok sangat besar,” ujar Presiden John Magufuli yang juga menyebut India dan Nigeria sebagai contoh lain negara yang memperoleh keuntungan demografis.

Akan tetapi, banyak warga yang tak setuju dengan seruan sang presiden.

Berdasarkan data Badan Kependudukan PBB, populasi Tanzania meningkat sekitar 2,7% dalam setahun. Sementara jumlah sekolah dan rumah sakit umum kurang memadai dan masih terdapat banyak pengangguran.

Bank Dunia mengungkapkan,  meskipun angka kemiskinan di Tanzania menurun sebanyak 26% pada 2016 lalu,   hal ini bukan karena peningkatan populasi penduduk. 

Seorang aktivis HAM yang bertempat di Dar es Salaam mengatakan, “Populasi tinggi di Tanzania akan meningkatkan kemiskinan dan ketidaksetaraan dan rahim wanita tidak seharusnya menjadi alat peningkatan ekonomi.”***

Bagikan: