Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Retakan di Padang Pasir Akibat Gempa Terlihat dari Luar Angkasa

Huminca Sinaga
GEMPA bumi.*/DOK. PR
GEMPA bumi.*/DOK. PR

LOS ANGELES, (PR).- Gempa terkuat yang terjadi dua dekade lalu meninggalkan retakan sepanjang padang pasir yang dapat dilihat dari luar angkasa. Hal ini terungkap dari hasil citra satelit terbaru.

Seperti dilansir BBC News, Rabu 10 Juli 2019, gempa berkekuatan 7.1 SR  yang menghantam California akhir pekan lalu, dari kedalaman 0.9km, menciptakan retakan di dekat pusat gempa yang jaraknya sekitar 240km dari timur laut Los Angeles.

Getarannya terasa hingga sejauh Pheonix, Arizona – lebih dari 560km ke tenggara.

Gempa berkekuatan 6.4 SR menghantam daerah terdekatnya sehari sebelumnya.

Gempa tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka-luka, tetapi tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Sebagian besar meninggalkan bekas di sebagian lanskap, merusak rumah-rumah, saluran air dan jalan.

Retakan di padang pasir – yang terekam gambar sebelum dan sesudah gempa yang dirilis oleh Planet Labs – tampak terbuka menganga, dekat dengan pusat titik gempa dekat kota Ridgecrest.

Lewat cuitan di Twitter,  Will Marshall, pimpinan dari Planet Labs, menyebutan, pola dari retakan di pasir menandakan bahwa air tersedot dari permukaan tanah yang prosesnya disebut “pengeringan”.

Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump menyetujui permintaan dari Gubernur California Gavin Newsom untuk menyatakan keadaan darurat dan meminta dana tambahan.

Para ahli seismologi memperingatkan bahwa akan ada kemungkinan gempa-gempa berikutnya di kemudian hari. Tremor masih terasa di daerah tersebut berhari-hari sesudahnya.

Besarya kekuatan gempa yang terjadi pekan lalu itu telah memicu  diskusi lebih lanjut tentang kesiapan California dalam menghadapi gempa “yang lebih besar” – bencana gempa bumi yang menurut ahli seismologi sudah tertahan sepanjang patahan San Andreas.

Gubernur Newsom mengatakan kepada wartawan, gempa itu merupakan “sebuah peringatan untuk seluruh negara bagian dan bagian-bagian lain di negara ini”.

California sedang memasang sistem peringatan dini gempa yang akan selesai pada 2021. Sistem tersebut nantinya bukan hanya menghentikan laju kereta,  melainkan juga membuka pintu-pintu pemadam kebakaran beberapa saat sebelum terjadinya gempa.***

Bagikan: