Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 20.3 ° C

Penumpang tidak Turun Ketiduran hingga Malam di Pesawat yang Parkir

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI pesawat terbang.*/KIM KYUNG HOON/REUTERS
ILUSTRASI pesawat terbang.*/KIM KYUNG HOON/REUTERS

TORONTO, (PR).- Seorang perempuan mengatakan ia ditinggalkan sendirian di pesawat Air Canada setelah ketiduran selama penerbangan.

Tiffani Adams mengatakan ia tertidur ketika terbang dari Quebec ke Toronto pada 9 Juni lalu. Ketika bangun, ia kedinginan dan masih mengenakan sabuk pengaman di kursinya, tetapi pesawat dalam keadaan parkir.

Ia mengaku "berkali-kali mengalami mimpi buruk" sejak insiden itu terjadi.

Air Canada mengkonfirmasi insiden itu terjadi dan sedang menyelidikinya.

Adams mengatakan di Facebook bahwa ia bangun "sekitar tengah malam [beberapa jam setelah pesawat mendarat] dalam kedinginan dan masih terikat di kursi dalam kegelapan total."

Ia menyebut pengalaman itu "menakutkan".

Adams berhasil menelefon temannya Deanna Dale untuk memberi tahu keadaannya; namun telefonnya mati kurang dari satu menit setelah panggilan.

Ia tidak bisa mengisi baterai telefponnya karena pesawat telah dimatikan.

Dale lantas menelefon Bandara Toronto Pearson dan memberi tahu mereka tentang keadaan Adams.

Sementara itu di atas pesawat, Adams menemukan senter di kokpit pesawat dan berusaha menarik perhatian.

Ia ditemukan oleh operator kereta bagasi yang menurutnya "sangat kaget".

Adams mengatakan bahwa staf Air Canada menawarinya untuk menumpang limusin dan menginap di hotel tapi ia menolak karena ingin kembali ke rumah secepat mungkin.

Ia menambahkan bahwa perwakilan dari Air Canada telah memanggilnya dua kali dalam rangka penyelidikan dan meminta maaf, demikian dilaporkan BBC.

Air Canada mengonfirmasi keterangan Adams ke beberapa media dan mengatakan pihaknya sedang meninjau insiden tersebut.***

Bagikan: