Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 20.7 ° C

Periset Lakukan Penelitian Misteri 700.000 Sepatu Baru yang Mengapung di Laut

Tim Pikiran Rakyat
SALAH satu sepatu Nike yang ditemukan di pantai barat Irlandia.*/LIAM MCNAMARA
SALAH satu sepatu Nike yang ditemukan di pantai barat Irlandia.*/LIAM MCNAMARA

LONDON, (PR).- Sepanjang tahun lalu, di pantai-pantai Bermuda dan Bahama hingga Irlandia dan Kepulauan Orkney di Skotlandia, ratusan pasang sepatu yang tak terpakai terdampar di sana. Bagaimana sepatu-sepatu ada di sana dan mengapa para ilmuwan tertarik dengan penyebaran sepatu-sepatu ini?

Pada bulan September 2018 di kepulauan terpencil di Azores, Portugal, Gui Riberio mulai memperhatikan adanya barang aneh yang terdampar. Awalnya jumlahnya sedikit, tapi segera saja benda-benda ini mulai datang dalam jumlah besar.

Sepatu olah raga, sandal jepit dan berbagai alas kaki mulai terdampar secara rutin dan mudah dibedakan dari barang-barang lain yang dibawa ombak.

Alas kaki ini bermerek sama, dengan tanggal produksi yang juga sama. Satu hal penting: sepatu dan sandal ini belum pernah dipakai.

Dalam sebulan Ribeiro berhasil memungut 60 sepatu olah raga Nike, bersama dengan merek-merek lainnya.

Berita tentang penemuan ini mulai tersebar.

Tujuh bulan kemudian, di Cornwall, Inggris yang berjarak 2.250km dari Azore, Tracey Williams mengamati hal serupa.

"Kami pembersih pantai biasa berjejaring. Jika ada sesuatu yang tedampar, kami biasanya segera mencari tahu," katanya seperti dilansir BBC.

Lalu alas kaki mengambang ini ditemukan di pantai di Bermuda, Kepulauan Bahama di Karibia, Prancis, Irlandia, Kepulauan Orkney di Skotlandia dan Kepulauan Channel yang terletak di antara Inggris dan Prancis.

Kapal yang sama

Ribeiro melakukan riset dan menyatakan sumber sepatu-sepatu ini diduga kuat berasal dari satu kapal yang sama, terindikasi berasal dari kontainer yang jatuh dari kapal Maersk Shanghai.

Musim semi tahun lalu, kapal barang Maersk Shanghai sepanjang 324 meter berlayar dari Norfolk, Virginia, menuju Charleston, South Carolina, Amerika Serikat.

Malam hari tanggal 13 Mei, kapal itu dihantam badai di Oregon Inlet dan setumpuk kontainer muatannya terjatuh ke laut.

Buletin pelayaran melaporkan pesawat dikirim untuk mencari kontainer tersebut, dan menemukan sembilan di antaranya terapung. Namun tujuh lagi tenggelam.

Tak mungkin memastikan apakah alas kaki yang tercecer itu berasal dari Maersk Shanghai. Operator kapal itu Zodiac Maritime tidak menjawab pertanyaan BBC soal ini. Demikian pula dengan perusahaan sepatu Nike.

Namun dua merek Triangle dan Great Wolf Lodge, bisa dipastikan merupakan contoh dari produk yang dibawa oleh kapal tersebut.

Liam McNamara, dari County Clare, pantai barat Irlandia, menemukan sekitar 100 sepatu - kebanyakan Nike - dan menurutnya "hampir pasti" berasal dari Maersk Shanghai.

Apa dampak kejadian seperti ini?

"Apakah tenggelam atau terdampar di pantai, akan berdampak buruk terhadap kehidupan liar maritim," kata Lauren Eyles, dari Marine Conservation Society.

"Sepatu-sepatu itu akan terurai menjadi plastik-mikro dan akan berdampak ke kehidupan laut di seluruh dunia".

Namun Eyles menyatakan tak cukup data untuk memastikan berapa banyak sumbangan plastik-mikro dari sepatu-sepatu itu dalam 10 juta ton sampah plastik di lautan setiap tahunnya.

Jatuh ke laut

Dewan Pelayaran Dunia memperkirakan sekitar 218 juta kontainer dibawa kapal setiap tahunnya dan sekitar 1.000 di antaraya terjatuh ke laut.

Namun seorang ahli kelautan yang pernah bekerja dengan Nike dalam membersihkan tumpahan sepatu di awal dekade 1990-an meyakini bahwa angkanya bisa lebih besar.

Dr. Curtis Ebbesmeyer mengatakan, "Saya rasa jumlahnya ribuan kontainer tiap tahun. Tapi pertanyaan sesungguhnya: apa isi kontainer-kontainer itu?"

Menurut perkiraan Dr. Ebbesmeyer satu kontainer bisa memuat 10.000 sepatu dan jika 70 kontainer jatuh ke laut, maka jumlah ceceran Maersk Shanghai bisa mencapai 700.000.

Namun selain kerusakan lingkungan, peristiwa ini bisa membawa pemahaman lebih baik tentang lautan dan arus laut.

Sebagian sepatu-sepatu itu mungkin berputar-putar di Laut Atlantik Utara. Waktu dan lokasi terdamparnya sepatu bisa menjadi informasi mengenai seberapa kuat arus laut bergerak.

"Jika dalam setahun sepatu-sepatu mencapai Inggris Raya dari lokasi jatuh di North Carolina, maka tiga tahun yang dibutuhkan sepatu-sepatu itu untuk mengelilingi Atlantik Utara. Itu adalah tipe orbit sepatu-sepatu itu, dan ini belum banyak diteliti oleh ahli kelautan."

Pembersihan

Yang mengagumkan, bentuk sepatu bisa menentukan kemana mereka pergi.

"Sepatu untuk kaki kiri dan kanan mengambang dengan orientasi berbeda terhadap angin," kata Dr. Ebbesmeyer. "Maka di pantai tertentu bisa ditemukan sepatu kiri saja, dan di pantai lain sepatu kanan saja."

Meskipun industri pelayaran dapat kritik dalam soal seperti ini, Dr. Ebbesmeyer yakin mereka mulai melakukan pembersihan, sekalipun lebih banyak yang bisa dilakukan.

"Butuh 30, 40, 50 tahun bagi lautan menyingkirkan sampah-sampah seperti itu," katanya.

Bagian dari masalahnya, perusahaan pelayaran hanya melaporkan kontainer yang hilang ketika berbahaya bagi kapal lain, atau ketika di dalamnya ada muatan yang "berbahaya bagi lingkungan maritim" seperti bahan kimia beracun.

Produk seperti sepatu dianggap merugikan lingkungan menurut Marine Conservation Society tetapi tidak bisa dianggap "berbahaya" untuk dilaporkan sebagai kargo yang hilang.

International Maritime Organization - badan PBB yang mengatur pelayaran - mengakui kepada BBC "lebih banyak yang perlu dilakukan untuk mengidentifikasi dan melaporkan kontainer yang hilang" dan mereka sudah "mengadopsi rencana aksi untuk menangani sampah plastik dari kapal".***

Bagikan: