Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 18.3 ° C

Ribuan Keluarga Tinggal Dalam Benteng Mewah Secara Gratis

Tim Pikiran Rakyat
KINI, 2.000 hingga 4.000 keturunan penduduk awal benteng itu terus hidup di balik kastil tersebut secara gratis.*/PATANJALI SOMAYAJI
KINI, 2.000 hingga 4.000 keturunan penduduk awal benteng itu terus hidup di balik kastil tersebut secara gratis.*/PATANJALI SOMAYAJI

NEW DELHI, (PR).- Selama lebih dari 800 tahun, ribuan keluarga telah tinggal di dalam benteng gurun pasir megah itu di negara bagian India, Rajasthan.

Terletak di kawasan terpencil di tepi barat negara bagian India, Rajasthan, yang dikelilingi gurun Thar, benteng Jaisalmer dari abad pertengahan berdiri kokoh setinggi 20 lantai di atas lanskap berpasir layaknya istana pasir emas.

Dibangun mulai tahun 1156, benteng batu pasir itu berdiri di atas bukit segitiga, lengkap dengan tiga lapis dinding, empat gerbang megah dan 99 menara.

Bersama dengan lima benteng megah lainnya di Rajasthan, Jaisalmer merupakan situs Warisan Dunia Unesco, di mana warna madu mencolok dari batu pasir kuning yang digunakan untuk membangunnya telah mengilhami namanya, si Kota Emas.

Meski demikian, benteng itu lebih dari sekadar landmark bersejarah atau karya arsitektur penting: lebih dari 800 tahun setelah dibangun, sekitar 2.000 hingga 4.000 keturunan penduduk asli kastil itu masih terus hidup di balik tembok benteng tanpa dipungut biaya sewa, karena leluhur mereka diberi tanah tersebut oleh raja-raja setempat sebagai imbalan atas jasa mereka bagi kerajaan.

Saat ini, Jaisalmer bukan hanya menjadi benteng kuno terakhir yang masih dihuni di India, tetapi juga berfungsi sebagai monumen hidup, di mana kehidupan di sana berlangsung di antara jalan-jalan sempit dan halaman yang penuh sesak, mirip yang terjadi pada abad ke-12 lalu.

Keluarga Vimal Kumar Gopa telah tinggal di dalam benteng itu selama lebih dari 700 tahun, di mana pria 44 tahun itu mengelola galeri tekstil dari rumah kecil Kundpada-nya.

Secara historis, lingkungan itu hanya menjadi rumah bagi anggota kasta pemuka Brahmana, yang dulu bekerja sebagai guru dan penasihat raja-raja setempat yang memerintah Jaisalmer dari abad ke-12 hingga sekitar pertengahan tahun 1900-an, lantas diberi tempat tinggal di dalam benteng.

42 rumah

Kini, tujuh abad dan 23 generasi kemudian, keluarga besar Brahmana Gopa memiliki 42 rumah di balik tembok-tembok kuno itu.

Di dalam benteng, orang-orang yang memiliki nama keluarga yang sama biasanya berasal dari satu keluarga dan tinggal di lingkungan yang sama," ujar Gopa seperti dilansir BBC.

Selain para Brahmana, komunitas dominan lainnya yang juga tinggal di dalam benteng Jaisalmer adalah Rajputs, klan pejuang Hindu India utara yang bertanggung jawab atas keselamatan kota yang mengelilingi benteng itu, juga keselamatan benteng itu sendiri.

Menurut Gopa, nama belakang penghuni juga menunjukkan kasta keluarga mereka di masa lampau; Purohit dan Vyas adalah nama-nama Brahmana lainnya, sedangkan nama-nama Rajput di antaranya Bhatti, Rathore atau Chauhan.

"Keluarga saya telah tinggal di sini selama lebih dari 400 tahun," kata Jitendra Purohit, pedagang di salah satu toko kerajinan tangan yang terselip di jalur sempit benteng. "Sudah berapa generasi? Saya tidak tahu, tapi ini satu-satunya rumah yang kami tahu," tambahnya.

Akar keluarga Gopa dan Purohit yang luar biasa cukup umum di dalam kastil Jaisalmer. Bahkan, saat berhenti untuk mengobrol dengan para pemilik toko dan penduduk yang sedang duduk-duduk di luar rumah mereka, saya mendengar cerita yang sama berulang-ulang: kebanyakan dari mereka dilahirkan di sini dan masih bekerja di sini.

Beberapa dari mereka mengubah sebagian rumah mereka menjadi toko, kafe, atau wisma untuk mendapat penghasilan dalam beberapa dekade terakhir.***
 

Bagikan: