Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Hujan singkat, 29.6 ° C

Pencuri Nekat, Mempreteli Jembatan Kereta Api

Tim Pikiran Rakyat
PARA pencuri hanya meninggalkan tiang penyokong dan dua bagian pendek di masing-masing ujung jembatan.*/LIFE NOVOST
PARA pencuri hanya meninggalkan tiang penyokong dan dua bagian pendek di masing-masing ujung jembatan.*/LIFE NOVOST

MOSKOW, (PR).- Sekelompok pencuri logam memreteli jembatan kereta api di wilayah Arktik Rusia di Murmansk hingga jaksa meluncurkan sebuah kasus kriminal.

Jaksa penuntut setempat mengatakan para pelaku yang tidak dikenal melepaskan struktur logam sepanjang 23 meter dengan berat 56 ton dari jembatan - di pusat bentang utamanya.

Jembatan bekas itu terletak di hutan terpencil dekat permukiman Oktyabrskaya yang sudah ditinggalkan, sekitar 170 km di selatan Murmansk.

Untungnya, jembatan itu tidak digunakan lagi dan relnya sudah lama diangkat, menurut surat kabar milik negara Rossiskaya Gazeta yang dilansir BBC.

Kereta api yang melewati jembatan itu pernah digunakan untuk mengangkut konsentrat unsur-unsur tanah langka dari pabrik terdekat, tetapi ditutup ketika bisnisnya bangkrut pada 2007, kata harian itu.

Warga pertama kali menyadari jembatan yang hilang pada bulan Mei.

Sebuah gambar yang diunggah di jejaring sosial Rusia VK menunjukkan bahwa jembatan itu sudah hilang bagian tengahnya.

Tapi masih dapat dilihat ada sepotong besi tertinggal di tengah sungai, menunjukkan struktur itu pertama kali dijatuhkan dan kemudian dipisahkan sedikit demi sedikit.

Unggahan penulis anonim itu memprediksikan bahwa dua bagian akhir yang tersisa akan menjadi pemandangan yang membuat "sakit mata" untuk waktu yang lama.

"Ah, siapa yang peduli - ini bukan Jerman, dan memulihkan lanskap yang dirusak tidak menjadi agenda utama," tambah penulis.

Pencurian itu diperkirakan menyebabkan kerugian sebesar 600.000 rubel (Rp 132 juta) terhadap perusahaan lokal yang memiliki struktur tersebut, menurut situs web berita Znak.

Pencurian benda-benda logam oleh orang ingin menjual rongsokan untuk nilai sisa mereka telah menjadi masalah di Rusia cukup lama.

Pada tahun 2017, sebuah rudal anti-pesawat era Soviet sepanjang 10m meledak di pusat daur ulang, tampaknya setelah dijual untuk rongsokan.***

Bagikan: