Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sebagian berawan, 19.6 ° C

Sebanyak Empat Juta Warga Venezuela Mengungsi Keluar dari Negaranya karena Krisis

Vebertina Manihuruk
SUDAH ada empat juta warga Venezuela mengungsi ke negara lain di Amerika Latin karena krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan yang terjadi di negaranya.*/DOK UNHCR
SUDAH ada empat juta warga Venezuela mengungsi ke negara lain di Amerika Latin karena krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan yang terjadi di negaranya.*/DOK UNHCR

JENEWA, (PR).- Sebanyak empat juta orang asal Venezuela telah meninggalkan negara mereka. Negara di ujung utara Amerika selatan itu memang dilanda krisis ekonomi dan kemanusiaan.

Hal tersebut dikatakan badan-badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat, 7 Juni 2019. Dikatakan, sekitar 700.000 di antara mereka meninggalkan Venezuela pada akhir tahun 2015.

Kekurangan makanan pokok dan obat-obatan telah meluas di negara anggota OPEC itu sementara permusuhan politik telah mengarah kepada gelombang kekerasan yang fatal.

Krisis telah dirasakan warga semakin mendalam sejak Amerika Serikat memberlakukan sanksi-sanksinya. Salah satunya adalah sanksi atas industri perminyakan yang vital di negara itu. Itu berkaitan dengan upaya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro yang beraliran kiri dan sebaliknya mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido.

"Arus orang-orang meninggalkan Venezuela, mengagetkan," kata Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dalam pernyataan bersamanya, seperti dilansir dari kantor berita Antara dari sumber Reuters.

SUDAH ada empat juta warga Venezuela mengungsi ke negara lain di Amerika Latin karena krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan yang terjadi di negaranya.*/DOK UNHCR

PBB telah mengeluarkan angka sebelumnya yang mencapai 3,7 juta orang dan angka yang baru "mengkhawatirkan". Karena itu, PBB memandang perlu dukungan bagi negara-negara penerima pengungsi terutama di Amerika Latin, seperti Kolumbia yang menampung 1,3 juta jiwa. Selain itu, ada juga pengungsi di Peru, Ekuador, Brasil, dan Argentina.

Presiden Peru pada Kamis, 6 Juni 2019, menyatakan janjinya akan terus mendeportasi warga negara Venezuela yang memiliki catatan kejahatan. Itu dikatakannya merupakan bagian dari sikap tegas terhadap para migran.

Sementara, Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dalam pernyataan terpisah pada Jumat, 7 Juni 2019, menyatakan, sebanyak 3,2 juta anak-anak di Venezuela memerlukan bantuan kemanusiaan. Tingkat kematian di antara anak-anak balita mencapai dua kali lipat. “Jumlahnya meningkat dari 14 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2010/2011 jadi 31 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2017,” kata juru bicara UNICEF, Christophe Boulierac.***

Bagikan: