Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 15.5 ° C

Austria Larang Warga Lakukan Tantangan "Cium Sapi" di Internet

Tim Pikiran Rakyat
null
null

WINA, (PR). - Warga Austria  melakukan  kegiatan amal dengan cara memposting foto diri mereka tengah mencium sapi di media sosial. Namun, pihak pemerintah telah memperingatkan mereka untuk menghentikan aksi tersebut.

Pemerintah Austria telah memperingatkan pengguna internet agar  menghindari  melakukan tantangan “Mencium  Sapi,” lantaran menganggap aksi tersebut sebagai  "gangguan berbahaya".

Sebuah aplikasi Swiss bernama Castl meluncurkan #KuhKussChallenge ('Cow Kiss Challenge') pada hari Rabu. Aplikasi tersebut  mendorong penggunanya  di Swiss dan negara-negara berbahasa Jerman lainnya untuk mencium sapi  dalam rangka  mengumpulkan uang untuk amal.

Namun Menteri Pertanian Austria, Elisabeth Koestinger menyebut tantangan itu  sebagai "gangguan berbahaya" dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

"Padang rumput tidak sama dengan kebun binatang  - tindakan seperti ini bisa menimbulkan konsekuensi serius," katanya. Aksi mencium sapi tersebut bisa membuat  sapi menjadi agresif. Bahkan sapi bisa menendang orang ketika ia merasa terancam.

Pada bulan Februari, sebuah kasus terjadi dimana seorang wanita tewas akibat diinjak-injak oleh kawanan sapi. Pengadilan di wilayah Tyrol memerintahkan seorang petani untuk membayar $ 794.550 sebagai kompensasi kepada suami korban. Petani itu mengajukan banding atas putusan itu dan didukung oleh federasi petani Austria.

Para petani memperingatkan bahwa jika tuntutan tersebut jadi diputuskan, maka itu adalah "akhir dari gunung padang rumput kami". Artinya, hal ini dapat merugikan pihak pemerintahan daerah setempat. Lantaran kegiatan wisatawan dan peternak  telah menjadi pilar utama perekonomian daerah.

Oleh karenanya menyeimbangkan kegiatan wisatawan dan peternak memang menjadi  topik sensitif di daerah pegunungan Austria.

Untuk menghindari terjadinya hal serupa, pihak pemerintah berusaha sebaik mungkin dengan menerbitkan "kode etik" untuk pejalan kaki dan pendaki. Pemerintah  menyarankan mereka untuk sebisa mungkin menghindari kawanan sapi.

Dalam salah satu postingannya di twitter, Koestinger juga mengungkapkan bahwa kelalaian yang terjadi di padang rumput Austria tersebut  merupakan hal yang serius. Sehingga aksi challenge yang saat ini ramai dilakukan dianggapnya tidak masuk akal dan bisa menimbulkan masalah yang serius. (JT-Yuli Yulianti)***

Bagikan: