Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian cerah, 17.8 ° C

Sri Lanka Berlakukan Jam Malam di Tengah Eskalasi Kekerasan Antimuslim

Tim Pikiran Rakyat
null
null

KOLOMBO, (PR).- Sri Lanka telah memberlakukan jam malam di seluruh negeri di tengah meningkatnya kekerasan anti-Muslim. Masjid-masjid dan toko-toko milik Muslim menjadi sasaran serangan.Polisi setempat mengatakan satu orang telah terbunuh.

Di beberapa kota, polisi menembakkan gas air mata ke udara untuk membubarkan ratusan perusuh. Ketegangan memuncak sejak militan Islam menyerang gereja dan hotel pada hari 21 April lalu tepat pada hari perayaan Paskah yang telah menewaskan lebih dari 250 orang.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe telah mengimbau agar masyarakatnya tetap tenang.Ia juga mengatakan kerusuhan saat ini memang menghambat penyelidikan serangan bom bulan lalu. Jam malam diberlakukan selama tujuh jam dan dimulai pukul 21:00 waktu setempat (15:30 GMT).

 

Di kota Kiniyama di barat laut, jendela dan pintu masjid dihancurkan dan salinan-salinan Alquran dihamburkan-hamburkan ke tanah.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa serangan tersebut dipicu oleh sekelompok orang yang menuntut penggeledahan gedung yang dilakukan oleh tentara setempat.Sebelumnya  tentara melakukan pemeriksaan kepemilikan senjata di sebuah gedung yang letaknya berdekatan dengan danau.

Menurut polisi setempa,di kota Chilaw yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, toko-toko dan masjid milik Muslim diserang.Serangan ini awalnya dipicu oleh pertikaian yang terjadi di Facebook

Diduga awalnya pemicu pertikaian yang terjadi di facebook adalah seorang pengusaha Muslim berusia 38 tahun.Dia kemudian diidentifikasi sebagai penulis postingan sebaran kebencian yang memicu terjadinya kekerasan.Saat ini pemuda tersebut telah diamankan oleh aparat kepolisian.

Seorang lelaki dilaporkan meninggal karena luka tusuk setelah gerombolan orang tak dikenal menyerang tempat bisnisnya di Distrik , yang lokasinya juga berada di barat laut Sri Lanka.

Seperti diberitakan oleh BBC News,Selasa 14 Mei 2019 bahwa pemerintah telah memblokir beberapa platform media sosial serta aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan Whatsapp.Pemblokiran ini dilakukan guna untuk mengekang kekerasan.

"Saya mengimbau semua warga untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang salah. Pasukan keamanan bekerja tanpa lelah untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara," tulis perdana menteri di Twitter yang belum diblokir.

Insiden juga dilaporkan terjadi di kota Hettipola, di mana sedikitnya ada tiga toko dilaporkan dibakar. Penganut muslim memiliki jumlah hampir 10% dari 22 juta penduduk di Sri Lanka, yang sebagian besar adalah penganut Buddha Sinhala.

Polisi menyalahkan dua kelompok Islam setempat atas pemboman yang terjadi hari Minggu Paskah lalu. Kelompok Negara Islam mengatakan mereka memang terlibat tetapi tidak memberikan rincian yang lebih jelas mengenai keterlibatan tersebut. Sri Lanka dinyatakan dalam keadaan darurat setelah serangan tersebut. (JT-Lantika Sihotang)***

Bagikan: