Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah berawan, 17.5 ° C

Insiden Serangan Membuat Dua Kapal Tanker Arab Saudi Rusak

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi kapal tanker minyak.*/REUTERS
FOTO ilustrasi kapal tanker minyak.*/REUTERS

RIYADH, (PR).- Dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi mengalami "kerusakan signifikan" dalam sebuah serangan di lepas pantai Uni Emirat Arab. Hal itu diungkapkan Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. seperti dilaporkan laman DW Jerman, Senin 13 Mei 2019. Khalid tidak mengatakan siapa yang berada di balik dugaan sabotase. Namun, serangan itu terjadi di tengah ketegangan hubungan antara Iran dengan AS. 

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, dua dari empat tanker minyaknya menjadi target "serangan sabotase" di lepas pantai Fujairah.

Dia menambahkan bahwa satu kapal tanker tersebut sedang dalam perjalanan ke pelabuhan minyak Saudi di Ras Tanura untuk diisi dengan minyak mentah. Saudi Khalid mengungkapkan bahwa minyak Saudi akan dikirim ke AS.

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dan tidak ada minyak yang tumpah, tetapi insiden itu menyebabkan "kerusakan signifikan" pada kedua kapal Saudi.

Pejabat Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan sebelumnya bahwa serangan sabotase  tersebut diduga menargetkan empat kapal. Namun, hanya dua kapal yang terkena serangan.

Sejumlah pihak menduga Iran terlibat dalam serangan di perairan UEA tersebut. Pasalnya, hubungan Iran dengan AS sedang memburuk. Sementara kapal Saudi itu sedang membawa minyak mentah untuk diekspor ke Amerika Serikat. Selain itu, di masa lalu, Iran pernah mengancam akan menutup Pelabuhan Fujairah, kendati ancaman itu sampai saat ini tak pernah dilakukan.

Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilaporkan BBC, "menyayangkan" sejumlah serangan terhadap kapal-kapal Uni Emirat Arab dan Arab Saudi di perairan dekat Pelabuhan Fujairah, UEA.

"Insiden di Laut Oman mengkhawatirkan dan disayangkan," ujar Abbas Mousavi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan yang dimuat pada laman resmi kementerian tersebut.

Mousavi menyerukan agar ada penyelidikan atas serangan-serangan itu dan memperingatkan pihak-pihak asing agar tidak "bertualang" dalam mengganggu keamanan maritim. Meski demikian, dia tidak merinci pihak mana yang dia maksud.***

Bagikan: