Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Anna Jarvis, Perintis Hari Ibu Internasional

Tim Pikiran Rakyat
null
null

NEW DELHI, (PR).- Perayaan Hari Ibu Sedunia digelar pada hari Minggu kedua di bulan Mei.Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada tanggal  12 Mei untuk menghormati dan merayakan ibu. Tanggal tersebut  sesuai dengan hari kematian Anna Jarvis yang diklaim sebagai pencetus Hari Ibu.

Dilansir dari  NDTV.com 13 mai 2019, Anna Jarvis adalah seorang guru sekolah di AS. Ketika perayaan dirinya sebagai pendiri Hari Ibu digelar, Anna Jarvis mati dalam protesnya di esok harinya.

Menurut catatan, Anna Jarvis merasa sedih dengan kenyataan bahwa anak-anak tidak punya waktu untuk untuk menyiapkan kartu atau menulis untuk ibu mereka. Hal tersebut karena momen ini dijadikan sebagai acara komersial agar memberikan kartu yang cetakan saja.

Bagaimana Hari Ibu muncul

Hari Ibu adalah penghargaan abadi kepada Anna Jarvis setelah kematiannya pada tahun 1905. Pada ulang tahun kematian kedua ibunya, Anna Jarvis membeli 500 anyelir putih. Hal tersebut ia lakukan untuk upacara peringatan yang ia selenggarakan di kota kelahirannya di Virginia Barat.

Dia berkampanye untuk menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur yang diakui di AS. Momen ini setelah ibunya Ann Reeves Jarvis, seorang aktivis perdamaian, meninggal pada tahun 1905. Ann Jarvis merawat tentara yang terluka di kedua sisi Perang Saudara Amerika, dan membentuk Klub Kerja Hari Ibu untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

Dalam rangka memberi penghormatan pada ibunya, dia berkampanye untuk menyisihkan satu hari untuk menghormati semua ibu. Anna Jarvis percaya bahwa seorang ibu adalah orang yang telah melakukan lebih banyak untuk seseorang daripada siapa pun di dunia.

Mantan Presiden AS Woodrow Wilson menandatangani proklamasi dan menetapkan Hari Ibu pada  tahun 1914. Hari Ibu ini ditetapkan sebagai  hari libur nasional. Perayaan akan diadakan pada hari Minggu kedua di bulan Mei, untuk menghormati para ibu.

Namun, banyak yang mulai merasa bahwa hari ini telah dikomersialkan. salah satunya pendiri Hari Ibu sendiri,  Anna Jarvis. Hari Ibu hanya dijadikan wahana berbagai kepentingan.

Protes seputar komersialisasi Hari Ibu

Pada awal 1920-an, perusahaan kartu mulai menjual kartu Hari Ibu. Anna Jarvis percaya bahwa ini mengeksploitasi ide Hari Ibu.

Ia memprotes, "Kartu tercetak tidak berarti apa-apa, kecuali bahwa kamu terlalu malas untuk menulis kepada Ibumu. Dia wanita yang telah berbuat lebih banyak untukmu daripada siapa pun di dunia. Bahkan permen, Kau bawa untuk diberikan ke Ibu, namun makan sebagian besar sendiri. Sentimen cantik.”

Setelah komersialisasi hari itu, Anna Jarvis mengorganisir boikot Hari Ibu. Ia mengancam akan mengeluarkan tuntutan hukum terhadap perusahaan yang terlibat. Dia juga memprotes hal ini di berbagai pertemuan publik.

Sementara yang lain mendapat untung sejak hari itu, Anna Jarvis yang tetap berpegang pada makna asli hari Ibu  menyebabkan kesulitan ekonomi sendiri. Komitenya mendukung dan membantu melanjutkan gerakannya selama kesehatannya menurun. Dia meninggal pada 24 November 1948. (JT-Fathini Sabrina Azzahra)***

Bagikan: